Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Buron, Seorang Tersangka Terkait Serangan di Barcelona dan Cambrils

logo Kompas.com Kompas.com 18/08/2017 Glori K. Wadrianto

Staf medis dan polisi berdiri di daerah yang tertutup. © Josep Lago/AFP/Getty Images Staf medis dan polisi berdiri di daerah yang tertutup.

Presiden Catalonia Carles Puigdemont, Jumat (18/8/2017) memperingatkan, seorang tersangka masih dalam pelarian, terkait dua serangan teror di Barcelona dan Cambrils.

Seperti diberitakan AFP, awalnya dalam sebuah wawancara dengan radio Spanyol, Carles Puigdemont ditanya, apakah ada teroris yang buron, da seberapa potensi bahayanya.

"Dalam pelarian, ya ada. Tapi seberapa besar potensi bahayanya, saat ini kami belum tahu," ungkap dia.

Namun, Carles Puigdemont memberikan peringatan. Tipe orang-orang yang melakukan serangan tersebut, adalah mereka yang berkeinginan untuk mencelakai orang lain. Mereka tak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, publik Spanyol dan bahkan dunia dikagetkan dengan dua serangan teror menggunakan mobil terhadap para pejalan kaki di Barcelona dan Cambrils.

Dalam insiden pertama, yang diklaim oleh kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sebuah van putih menabraki turis di Barcelona. 

Peristiwa itu tejadi pada Kamis siang waktu setempat. Kejadian itu membuat 13 orang tewas, dan lebih dari 100 orang terluka.

Disebutkan, sopir van itu keluar dan lantas melarikan diri dari tempat kejadian.

Sekitar delapan jam kemudian di Cambrils, mobil Audi A3 menabraki pejalan kaki, hingga melukai enam warga sipil - satu di antaranya kritis, dan seorang perwira polisi.

Tembakan pun meletus. Polisi membunuh kelima penyerang tersebut. Selain itu, ada tiga orang yang ditangkap terkait kejadian ini. 

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Spanyol sudah menerbitkan foto seorang pria bernama Driss Oubakir.

Oubakir diduga menyewa mobil van yang ditabrakkan ke kerumunan orang di Barcelona.

Media Spanyol melaporkan, Oubakir yang adalah laki-lai berusia 20-an tahun lahir di Maroko.

Dia termasuk satu dari dua orang yang sudah ditangkap terkait dengan insiden tersebut.

Namun Oubakir mengaku tidak terlibat dalam serangan di Barcelona. Kepada polisi dia mengatakan, dokumen miliknya dicuri.

Editor: Glori K. Wadrianto

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon