Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Demonstrasi Pecah di Seantero AS Menolak Kebijakan Imigrasi Trump

logo Kumparan Kumparan 01/07/2018 Teuku Muhammad Valdy Arief
Unjuk rasa di Amerika. © Disediakan oleh Kumparan Unjuk rasa di Amerika.

Ribuan orang berkumpul di depan Gedung Putih, Washington D.C, Amerika Serikat pada Sabtu (30/6). Mereka membawa spanduk bertuliskan "Keluarga Harusnya Bersama" dan meneriakan kata "Memalukan". 

Aksi itu berlangsung di kantor Presiden Donald Trump sebagai bentuk protes atas kebijakan imigrasi yang dijalankan. Beberapa waktu ini, menerbitkan kebijakan Trump memisahkan orang tua dan anak imigran ilegal yang tertangkap di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.

"Cara mereka memperlakukan keluarga, cara mereka memperlakukan imigran, itu bukan (cara) Amerika," kata seorang demonstran, Aneice Germain dilansir Reuters.

Bukan hanya di depan Gedung Putih, aksi serupa berlangsung pula di New York. Ribuan orang mengikuti longmarch di Jembatan Brooklyn sembari membawa banner "Make Amerika Humane Again (Buat Amerika Manusiawi Lagi)" dan "Imigran diterima di sini". 

Di Chicago, ribuan orang berkumpul dan berjalan bersama ke kantor Imigrasi Federal. "Saya di sini karena keluarga harusnya bersama," kata Cindy Curry yang ikut dalam longmarch di Chicago.

Demonstrasi juga berlangsung di kawasan perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Demonstran memblokade sebagian jalur di jembatan yang menghubungkan El Paso, Texas dengan Ciudad Juarez, Meksiko.

Rumah penasehat Gedung Putih, Stephen Miller, di Washington juga tidak luput dari demonstran. Belasan orang berdemonstrasi di depan rumah Miler yang dikenal sebagai orang yang memberi nasehat kepada Trump untuk menerapkan kebijakan imigrasi ketat. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Miler, kami tahu di mana Anda tidur".

Saat demonstrasi berlangsung di depan Gedung Putih, Donald Trump sedang tidak berada di dalam kediaman Presiden Amerika Serikat itu. Dia diketahui sedang berada di klub golf miliknya, di Bedminster, New Jersey.

Unjuk rasa di Amerika. © Disediakan oleh Kumparan Unjuk rasa di Amerika.

Demonstrasi pro-imigran kali ini dianggap terbesar sejak 2010. Protes besar terkait isu imigran sebelum terjadi pada 2010 untuk meminta Presiden Barack Obama dan Kongres meninjau ulang sistem imigrasi Amerika Serikat.

Penolakan dari publik ini muncul setelah Trump menerapkan kebijakan "zero tolerance" untuk imigran ilegal pada Mei 2018. Dampak kebijakan itu lebih dari 2.000 anak-anak yang masuk secara ilegal ke Negeri Paman Sam dipisahkan dalam kamp berbeda dengan orang tuanya. Pemisahan anak-anak dari orang tuanya itu menuai kecaman secara global, bahkan dari sejumlah politisi Partai Republik yang mengusung Trump. 

Setelah kecaman makin kencang, pada 20 Juni Trump meminta imigran ilegal ditahan bersama dengan anak-anaknya. Hakim federal ikut memerintahkan keluarga disatukan kembali.

Sejak Trump menjabat sebagai presiden, terjadi peningkatan jumlah imigran ilegal yang ditangkap. Pemerintahan ini juga paling sedikit mengeluarkan visa untuk keluarga. 

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon