Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

mArtikel Pilihan

Indonesia, Malaysia dan Filipina Gelar Latihan Tempur di Laut Sulu

logo dw.com dw.com 5 hari lalu Dunia

Kapal perang dari Indonesia, Filipina dan Malaysia melakukan manuver tempur di wilayah perairan di utara Kalimantan. Helikopter tempur dan pesawat mata-mata juga turut meramaikan acara yang dihadiri oleh menteri pertahanan dari ketiga negara tersebut.

Manuver itu sekaligus membuka patroli bersama yang digelar menyusul pemberontakan militan Islam di selatan Filipina.

Militer Filipina mengkhawatirkan gerilayawan ISIS dapat meyelinap ke negara lain lewat gelombang pengungsi. "Kita harus mengawasi 500 hingga 600 teroris di sini, 257 di antaranya berhasil dibunuh. Sisanya menyatu dengan pengungsi supaya bisa keluar," kata Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo.

Indonesia juga mengirimkan tiga pesawat tempur Sukhoi untuk membantu pengamanan di utara Kalimantan. Ketiga pesawat saat ini disiagakan di pangkalan udara militer di Tarakan. Di kota itu Gatot Nurmantyo juga meresmikan pusat komando militer, Senin (19/6), sebagai bagian dari komitmen keamanan yang dibuat dengan Filipina dan Malaysia.

Getty Images/AFP/A. Ibrahim © Getty Images/AFP/A. Ibrahim Getty Images/AFP/A. Ibrahim

Ketiga negara sebelumnya menyepakati pembentukan tiga pusat komando militer di sekitar Laut Sulu "guna memfasilitasi komunikasi dan intelijen. Empat, membentuk jaringan komunikasi untuk keadaan darurat," kata Gatot.

"Ketiga pusat komando akan berfungsi seperti segitiga, seperti jaring laba-laba, di mana semua yang ada di dalamnya diawasi.

TNI Angkatan Laut juga meminta nelayan lokal meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan. Sebagai tambahan Kepolisian RI mengirimkan Brigade Mobil ke utara Sulawesi untuk menjaga kawasan perbatasan untuk mencegah masuknya gerilayawan ISIS.

rzn/hp (rtr,ap)

More from Deutsche Welle

image beaconimage beaconimage beacon