Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Ingin Daya Beli Kuat, Mahathir Bebaskan Pajak Barang dan Jasa

logo Kumparan Kumparan 16/05/2018 Wendiyanto Saputro
Ilustrasi Bendera Malaysia © Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Bendera Malaysia

Baru sepekan dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad bekerja cepat dengan mulai memenuhi janji-janji program 100 harinya. Salah satunya adalah memangkas tarif pajak barang dan jasa (Good and Services Tax/GST).

Dikutip dari The Edge Markets, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Malaysia telah memangkasa tarif pajak barang dan jasa atau jika di Indonesia serupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Semula, GST di negeri Jiran itu sebesar 6%, namun kini diturunkan menjadi 0%.

Aturan baru tersebut akan berlaku efektif pada 1Juni mendatang.

Dalam sebuah pernyataan, Rabu (16/5), Departemen Keuangan Malaysia mengatakan telah memutuskan bahwa barang dan jasa di Malaysia akan dikenai pajak 0% mulai Juni mendatang. Aturan ini juga berlaku, untuk barang dan jasa yang mereka impor dari luar negeri.

Mahathir Mohamad menangkan pemilu Malaysia © Disediakan oleh Kumparan Mahathir Mohamad menangkan pemilu Malaysia

"Dengan demikian, semua entitas bisnis terdaftar harus mematuhi penyesuaian tarif GST hingga 0%. Sementara itu, semua bisnis yang terdaftar masih tunduk pada semua aturan yang ada termasuk yang terkait dengan faktur pajak, penyampaian pengembalian pajak (restitusi) dalam periode pajak yang telah ditentukan, dan klaim kredit pajak masukan,” kata kementerian itu.

Program penghapusan GST ini, merupakan salah satu dari 10 poin program 100 hari Mahathir, yang terhimpun dalam “Buku Harapan”. 

Penghapusan pajak barang dan jasa atau semacam Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Indonesia. Pajak ini dinilai Mahathir menekan daya beli masyarakat kecil.

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon