Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

KBRI Tokyo Koordinasi dengan Polisi Jepang Terkait Penusukan WNI

logo Viva Viva 19/03/2019 Mohammad Arief Hidayat

Seorang warga negara Indonesia yang bermukim di Jepang bernama Tri Eko Muzakir Rahman, pada Minggu siang waktu setempat, 17 Maret 2019, dianiaya oleh orang tak dikenal di Sano, prefecture Tochigi, Jepang. 

Lokasi penganiayaan seorang warga negara Indonesia di kawasan Sano, prefecture Tochigi, Jepang. © VIVA Lokasi penganiayaan seorang warga negara Indonesia di kawasan Sano, prefecture Tochigi, Jepang.

Berdasarkan keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, korban sedang menuju Masjid Al Ikhlas untuk menjalani salat zuhur berjemaah. Sekitar 30 meter menjelang Masjid Al Ikhlas, korban diserang seseorang dengan senjata tajam. Korban terluka di tangan kiri dan mulutnya.

Pada Senin, 18 Maret, korban menjalani operasi di bagian tangan akibat luka yang cukup serius di Sano Kosei General Hospital.

KBRI tengah bekerja sama dengan Kepolisian setempat untuk menyelidiki kasus kekerasan itu, terutama dalam mencari pelaku dan motifnya. Korban diketahui adalah tenaga kerja magang atau Kenshusei yang baru tinggal setahun di Jepang.

KBRI juga sudah menghubungi pihak perusahaan untuk perawatan selama di rumah sakit. 

Rahmat Oy, pengurus Masjid Al Ikhlas, menuturkan bahwa korban ditusuk oleh pelaku saat berjalan kaki menuju ke Masjid Al Ikhlas pukul 12.00 siang waktu setempat. 

"Kebetulan di masjid sedang ada acara pernikahan. Korban jalan berenam bersama rekannya. Namun korban tertinggal oleh lima rekannya saat menjelang perempatan jalan menuju masjid,” kata Rahmat.

Lainnya dari Viva

image beaconimage beaconimage beacon