Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

xArtikel Pilihan

Militer Korsel: Tentara Korut yang Membelot Ditembak 40 Kali

logo Kompas.com Kompas.com 14/11/2017 Ardi Priyatno Utomo
© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Seorang prajurit Korea Selatan membuka pintu gerbang menuju salah satu pos pemantauan militer di dekat zona demiliterisasi (DMZ) dan perbatasan Korsel dengan negeri tetangga musuh bebuyutannya, Korea Utara, Rabu (6/11/2013). Kawasan DMZ itu telah menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis, terutama wisatawan asing.KOMPAS/WISNU DEWABRATA

Militer Korea Selatan (Korsel) memberikan keterangan mendetil terkait kondisi prajurit Korea Utara (Korut) yang ditembak karena desersi dengan menyeberang ke Korsel.

Sebelumnya pada Senin (13/11/2017), seorang prajurit Korut ditembak karena mencoba menyeberang ke Korsel lewat Panmunjom.

Panmunjom adalah kawasan di utara Provinsi Hwanghae, dan merupakan zona demiliterisasi antara Korsel dan Korut.

Selasa (14/11/2017), seperti diwartakan BBC, militer Korsel menyatakan tentara desertir itu awalnya mengendarai mobil menuju Pamunjom.

Namun, dia kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan setelah mobilnya mengalami kerusakan.

Aksinya diketahui oleh tentara Korut yang menjaga zona demiliterisasi, dan melepaskan tembakan kepadanya.

Seoul mengatakan, prajurit itu ditembak sebanyak 40 kali, dan mencoba berlindung di belakang bangunan yang masuk ke dalam wilayah Korsel.

Tentara Korut tersebut kemudian merangkak di antara rerumputan untuk menghindari tembakan, sebelum jatuh pingsan.

Juru bicara militer, Suh Uk menyatakan, saat ini kondisi desertir itu masih belum sadar.

Selama operasi, dokter sudah mengeluarkan lima peluru. Namun, memprediksi masih ada dua peluru yang bersarang di tubuhnya.

"Meski begitu, kami optimistis nyawanya bisa kami selamatkan," kata Suh Uk dalam keterangan resminya.

Sementara itu, seperti diwartakan kantor berita Yonhap, Menteri Pertahanan Korsel, Song Young Moo menyatakan ini adalah kali pertama militer Korut melancarkan tembakan di zona demiliterisasi yang masuk wilayah Korsel.

Pernyataan ini disambut tanggapan dari parlemen Korsel bahwa rezim Kim Jong Un mencoba merusak traktat pasca-Perang Korea 1953 silam tentang adanya zona demiliterisasi.

Sejak Semenanjung Korea dibagi menjadi utara dan selatan, puluhan tentara Korut menyeberang ke Korsel melewati zona demiliterisasi yang berjarak dua kilometer.

Tensi dari dua negara tengah meningkat setelah Korut terus mengembangkan nuklir menjadi senjata.

September lalu, rezim Kim Jong Un menguji coba bom hidrogen yang diklaim merupakan senjata terhebat mereka.


Editor: Ardi Priyatno Utomo

Sumber:

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon