Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Pemerintah Somalia Kesulitan Identifikasi Korban Ledakan

logo Republika.co.id Republika.co.id 17/10/2017 Ani Nursalikah
Bangunan yang hancur di lokasi ledakan bom di depan Safari Hotel, Mogadishu, Somalia, (14/10) waktu setempat © Said Yusuf Warsame/EPA Bangunan yang hancur di lokasi ledakan bom di depan Safari Hotel, Mogadishu, Somalia, (14/10) waktu setempat

Pemerintah Somalia kesulitan mengidentifikasi korban ledakan di Mogadishu pada Sabtu pekan lalu. Otoritas setempat terus menghimpun informasi dari rumah sakit dan kerabat untuk mengidentifikasi para korban.

"Banyak korban menderita luka berat saat dibawa kerumah sakit. Tapi kami juga memiliki laporan beberapa korban sudah diambil keluarga mereka," kata Menteri Penerangan Somalia Abdirahman Omar Osman seperti dikutip Aljazirah, Selasa (17/10).
 
Ledakan yang berasal dari sebuah truk yang melintas di Mogadishu itu menewaskan 300 orang dan melukai 300 orang lainnya. Berasarkan informasi, 100 orang masih dinyatakan hilang.
 
Osman mengatakan, pemerintah telah mendirikan pusat operasi darurat untuk membantu warga yang belum menemukan keluarga mereka. Tak sedikit korban menderita luka bakar parah hingga sulit dikenali atau hancur akibat ledakan.
 
Jumlah korban diprediksi masih akan terus meningkat menyusul masih banyak korban yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan. Osman mengatakan, tim evakuasi juga membutuhkan bantuan tenaga lantaran peralatan yang dikerahkan tidak bisa sepenuhnya menggali reruntuhan.
 
"Tim evakuasi terus bekerja dan kami rasa korban akan kembali bertambah hari ini," kata Osman.
 
Osman mengatakan, pemerintah tidak bisa menangani beberapa korban ledakan yang membutuhkan perawatan khusus. Dia mengungkapkan, korban terpaksa diterbangkan ke Turki setelah pemerintah meminta bantuan Turki.
 
Sementara, warga terus berupaya menemukan keluarga mereka usai peristiwa ledakan. Abdiaziz Omar Ibrahim mengaku belum tidur selama 48 jam untuk menemukan kakaknya, Ahmed.
 
Dia berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya untuk menemukan saudara laki-lakinya itu. Terkadang dia juga memindahkan puing dengan tangan kosong ditempat bekas kios Ahmed berdagang susu.
 
"Aku pergi ke semua rumah sakit di Mogadishu. Aku mengunjungi semua bangsal, tapi masih belum menemukannya," kata Ibrahim.
 
Warga lainnya, Mohamed Haji Fiidow tengah menugungu kabar terkait anggota keluarganya yang hilang. Saat peristiwa berlangsung, anaknya, Abdullahi Mohamed tengah mengurus restoran kecil berjarak beberapa meter dari pusat ledakan.
 
Fiidow mengaku telah mengunjugi beberapa pemakaman namun masih belum menemukan anaknya yang berusia 20 tahun itu. Dia juga sudah mengunjungi beberapa lokasi lainnya untuk menemukan putranya.
 
"Apa yang bisa kulakukan? Hanya Allah yang tahu dimana anakku. Aku kehilangan anak dan restoran," katanya.

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon