Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Perang Saudara di Libya Kian Memprihatinkan, 141 Orang Dibantai

logo Suara.comSuara.com 19/05/2017 Ruben Setiawan

Serangan ke sebuah pangkalan udara di Libya bagian selatan menewaskan 141 orang. Sebagian besar korban tewas merupakan anggota milisi pengikut Khalifa Haftar, pemimpin Tentara Nasional Libya (LNA), salah satu kubu yang bertikai dalam perang saudara di negara tersebut.

Serangan tersebut dilancarkan oleh anggota milisi Pasukan Ketiga pendukung pemerintah (Government of National Accord/GNA) yang dibekingi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). 

Juru bicara LNA, Ahmad al-Mesmari, Jumat (19/5/2017) mengatakan bahwa para korban termasuk warga sipil yang bekerja di pangkalan udara Brak al-Shati. 

"Mana mungkin ini revolusi rakyat sedangkan tiga-perempat rakyat mendukung Khadafi?" kata Al-Hami.: 6 Tahun Revolusi, Rakyat Libya Menyesal Gulingkan Khadafi © suara.com 6 Tahun Revolusi, Rakyat Libya Menyesal Gulingkan Khadafi

“Para tentara sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah parade militer. Mereka tidak membawa senjata. Sebagian besar dari mereka dieksekusi,” ujar al-Mesmari.

Menanggapi serangan tersebut, GNA, dalam pernyataannya Jumat, mengaku telah membentuk sebuah tim guna menyelidiki serangan tersebut. GNA memutuskan mencopot menteri pertahanan mereka, al Mahdi al-Barghati dan pemimpin Pasukan Ketiga sampai teridentifikasi siapa yang patut bertanggungjawab.

Baik GNA maupun kementerian pertahanan semula mengutuk serangan tersebut. Mereka membantah memberikan perintah untuk melancarkan serangan biadab itu.

Perang saudara di Libya masih berkecamuk dan semakin parah. Perang terjadi antara pemerintah, pemerintah tandingan di Libya bagian timur, dan masing-masing milisi pendukung mereka. Kekacauan sudah berlangsung sejak lengsernya pemerintah diktator Moamar Kaddafi tahun 2011 silam. (AFP)

image beaconimage beaconimage beacon