Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Trump Disebut Tunda Sanksi Tambahan Terhadap Rusia

logo Republika.co.id Republika.co.id 17/04/2018 Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  menunda memberlakukan sanksi tambahan terhadap Rusia. The Washington Post pertama kali melaporkan Trump telah menghentikan rencana untuk sanksi ekonomi tambahan di Rusia.

Pejabat senior AS yang menjadi narasumber mengatakan Trump khawatir jika menerapkan lebih banyak sanksi maka akan mengganggu upayanya untuk merundingkan perjanjian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam memerangi ekstremisme, pengawasan penggunaan internet dan masalah lain.

AS telah mengambil serangkaian tindakan baru-baru ini terhadap Rusia. Termasuk mengusir diplomat atas kasus keracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris dan menjatuhkan sanksi terhadap 24 warga Rusia. Moskow juga telah dituduh ikut campur dalam pemilihan presiden AS. Rusia membantah tuduhan tersebut.

Pejabat itu menambahkan Trump telah menyatakan keprihatinannya terkait hubungan Rusia dan AS. Jika pemerintahannya tidak berhati-hati, maka ketegangan antara Washington dan Moskow - sudah dalam kondisi terburuk sejak Perang Dingin - dapat meningkat secara berbahaya.

Sementara itu pihak Gedung Putih mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan sanksi tambahan pada Rusia dan keputusan akan dibuat dalam waktu dekat."Trump masih percaya dia bisa bernegosiasi dengan Putin, tetapi itu tidak mungkin produktif jika dia juga mengkritiknya berulang kali," kata pejabat AS.

Donald Trump © AP Donald Trump

Trump mengkritik Putin menyusul dugaan serangan gas di Suriah. Putin dinilai mendukung Assad. Washington mengatakan mereka memiliki  bukti  pasukan Suriah melakukan serangan senjata kimia mematikan pada 7 April.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan pada Ahad bahwa Washington sedang menyiapkan sanksi baru terhadap Rusia atas dukungannya terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun menurut pejabat Washington, Haley tak terlalu tahu menahu soal sanksi.

"Haley sudah keluar dari masalah kali ini," kata pejabat tersebut.

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon