Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Waspadai Kelompok ISIS Filipina Lari ke Kaltara

logo Suara.com Suara.com 21/10/2017 Ardi Mandiri
Pemimpin kelompok ekstremis ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi. [AFP] © suara.com Pemimpin kelompok ekstremis ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi. [AFP]

Aparat kepolisian mewaspadai kemungkinan larinya kelompok Islamic State and Iraq Syria (ISIS) ke wilayah Provinsi Kalimantan Utara pasca penyerangan militer Filipina di Kepulauan Marawi.

Antisipasi yang dilakukan aparat kepolisian tersebut, Polda Kaltim-Kaltara mengirimkan personil Brimob ke wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan dan Kabuparen Berau, Kaltim yang dekat dari wilayah Filipina.

Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi di Nunukan, Sabtu membenarkan, pihaknya menjaga area penyeberangan dari dan ke Malaysia sebagai bentuk antisipasi dini terkait kemungkinan larinya kelompok ISIS dari Filipina tersebut pasca kematian pimpinannya Isnilon Hapilon dan Omar Maute.

Penjagaan dan pemeriksaan ketat aparat kepolisian tersebut telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir ini terhadap penumpang yang berasal dari Malaysia.

Ia mengakui, Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina ini sangat berpotensi menjadi pintu masuk pelarian kelompok yang tersisa dari penyerangan militer Filipina saat ini.

"Kami dari aparat kepolisian diminta untuk waspada terkait dengan potensi larinya kelompok ISIS dari Filipina karena Kabupaten Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysia dan bisa pula langsung dari Filipina," terang Jepri Yunardi.

Kapolres Nunukan menduga pula, anggota kelompok ISIS ini kemungkinan berusaha keluar dari negaranya (Filipina) dan mencari tempat persembunyian untuk berlindung.

Berkaitan dengan kemungkinan tersebut Polda Kaltim-Kaltara mengirim puluhan personil anggota brimob ke daerah itu untuk menambah kekuatan pengamanan khususnya pada jalur penyeberangan yang tersebar di Kabupaten Nunukan.

Proses pemeriksaan itu dengan memeriksa identitas kependudukan setiap penumpang atau orang yanag memasuki daerah itu dari Malaysia ataupun lainnya.

Sistem pengamanan ini kerja sama dengan TNI untuk menjaga wilayah perbatasan RI dengan Malaysia di sejumlah titik di Kabupaten Nunukan khsususnya yang dianggap paling rawan pintu masuk dari negara lain. [Antara]

Kunjungi situs lengkapnya

image beaconimage beaconimage beacon