Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Dokter Tembak Istri, Helmi Jual Mobil Istrinya Untuk Beli Pistol

logo Tempo.co Tempo.co 13/11/2017 Tempo.co

Tersangka kasus dokter tembak istri sendiri, dokter Ryan Helmi, 41 tahun, mengaku telah membawa kabur dan menjual mobil milik istrinya, dokter Letty Sultri. Hasil penjualan mobil dokter Letty diduga digunakan oleh Helmi untuk membeli dua pucuk senjata api yang ia gunakan untuk membunuh Letty.

Sejumlah orang pun sudah diutus oleh keluarga untuk menjadi tim kuasa hukum dalam kasus pembunuhan Letty. "Sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui keberadaannya (mobil Letty) di mana," kata ketua tim kuasa hukum, Ori Rahman usai acara tahlilan di kediaman Letty, Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad, 12 November 2017.

Selain mobil, kata Ori, ia juga akan meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki keberadaan barang-barang pribadi Letty yang dibawa kabur Helmi. Usai menggugat cerai, Ori mengatakan bahwa Helmi memindahkan barang-barang Letty ke suatu tempat yang tidak diketahui. "Harus dikembalikan," kata Ori.

Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan mengatakan dari pemeriksaan, Helmi mengakui telah menjual mobil tersebut. Saat ini, kata Hendy, polisi sedang mencari informasi kepada siapa Helmi menjual mobil tersebut. "Kami akan dalami penjualannya wajar atau tidak," kata Hendy yang juga hadir dalam tahlilan tiga hari meninggalnya Letty.

Hendy juga mengatakan timnya sudah menyita barang-barang pribadi Letty seperti berkas dan perhiasan yang dibawa kabur Helmi. Jika tidak ada kaitannya dengan penyelidikan, kata Hendy, barang-barang tersebut akan dikembalikan ke pihak keluarga. "Nanti kami komunikasikan barang apa saja yang dibawa kabur," ujar dia.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Ryan Helmi menembak istrinya, dokter Letty enam kali pada bagian dada sekitar pukul 14.00, Kamis, 9 November 2017. Kala itu, Letty sedang bekerja di klinik Azzahra. Sebelumnya, mereka terlibat adu mulut. Dua jam setelah menembak istrinya, Helmi menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya sambil membawa dua pistol.

Helmi diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi menyelidiki motif pembunuhan dan asal-muasal dua pistol Helmi. Dugaan sementara, pembunuhan itu dilatarbelakangi cekcok lantaran Letty minta cerai setelah lima tahun menikah tapi belum dikaruniai anak.

Sebelumnya, keluarga Letty pernah mengadukan Helmi karena tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Helmi juga pernah diberhentikan dari pekerjaannya karena diduga memperkosa karyawan di tempatnya bekerja.

Kini, tersangka dokter tembak istri Helmi bisa dijerat Pasal 340 dan 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan. Ia juga akan dikenakan Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 soal kepemilikan senjata api tanpa izin.

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon