Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Abu Bakar, Guru Para Bomber Surabaya-Sidoarjo yang Masih Misterius

logo Kumparan Kumparan 16/05/2018 Kelik Wahyu Nugroho
Pengamanan ledakan bom di Surabaya. © Disediakan oleh Kumparan Pengamanan ledakan bom di Surabaya.

Ketiga bomber di Surabaya dan Sidoarjo memiliki benang merah yang sama. Dita Oepriarto, Anton Ferdiantono, dan Tri Murtiono sama-sama murid dari seorang ustaz bernama Abu Bakar. Diduga Abu Bakar adalah orang yang menanamkan paham radikalisme kepada para pelaku.

Meski demikian, sosok Abu Bakar hingga saat ini masih misterius. Pihak polisi masih memburu keberadaan Abu Bakar. Polri belum bisa memastikan bagaimana sosok dan identitas dari Abu Bakar.

"Belum ketangkap. Nanti lah belum ketangkap. Tangkap dulu nanti (malah) imajiner (mengkhayal -red)," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setya Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Ilustrasi bomber Jawa Timur © Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi bomber Jawa Timur

Abu Bakar diketahui sering mengadakan pengajian rutin mingguan bersama Dita Oepriarto, Anton Ferdiantono, dan Tri Murtiono. Dalam pengajian tersebut para pelaku juga sering mengajak keluarganya masing-masing. 

Pengajian biasa digelar di rumah Dita Oepriarto di Perumahan Wonorejo Asri (Wisma Indah), Rungkut, Surabaya. Dalam pengajian tersebut, anak-anak dari keluarga bomber mendapatkan paham radikalisme. Bahkan, diajak untuk menonton film bertema jihad.

Pada 2016, Abu Bakar dan Dita Oepriarto sempat mengunjungi narapidana teroris, Abu Bakar Baasyir di Rutan Gunung Sindur, Bogor. Namun, pihak keluarga Baasyir membantah keterlibatan Baasyir dalam rentetan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Pengamanan ledakan bom di Surabaya. © Disediakan oleh Kumparan Pengamanan ledakan bom di Surabaya.

Paham radikalisme telah tertanam pada diri keluarga bomber. Hingga pada akhirnya mereka nekat melancar aksi teror bom bunuh diri ke sejumlah tempat. 

Dita Oepriarto dan keluarga melancarkan aksinya di 3 gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Dita melancarkan aksinya di GPPS Arjuna. Sementara istrinya, Puji Kuswati dan dua putrinya, Fadil Sari dan Famela Rizqita, melancarkan aksinya di GKI Diponegoro. Selain itu, kedua putra Dita, Yusuf Fadhil dan Firman Halim juga melancarkan aksidnya di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Situasi Rusunawa Wonocolo paska bom bunuh diri. © Disediakan oleh Kumparan Situasi Rusunawa Wonocolo paska bom bunuh diri.

Pada Minggu (13/5) malam, Anton Ferdiantono tak sengaja meledakkan dirinya saat mencoba merakit bom di kediamannya di Rusun Wonocolo, Sidorajo. Kala itu, Anton tewas bersama istrinya Puspita Sari, serta anak sulunya, Halyah. Tiga anak Anton lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Suasana di kawasan Polrestabes Surabaya © Disediakan oleh Kumparan Suasana di kawasan Polrestabes Surabaya

Sehari setelahnya, pada Senin (14/5) pagi, giliran keluarga Tri Murtiono yang melancarkan aksinya di depan pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. Tri meledakkan dirinya bersama istrinya, Tri Ernawati dan tiga orang anaknya. 

Namun, salah satu anak Tri, Ais, selamat dan tengah mendapatkan perawat di rumah sakit, serta mendapat perlindungan dari polisi. Ais dianggap sebagai saksi kunci dari aksi teror bom yang dilakukan keluarganya.

______________________________________________________________________________________

Berita Terkait Rekomendasi MSN:

Densus Tangkap 3 Terduga Teroris di Kunciran, Tangerang

Ketua JAD Jawa Timur Abu Umar Dibekuk dalam Penggerebekan di Malang

Kronologis Penyerangan di Polda Riau, Ada Orang Bertopeng Langsung Bacok Polisi

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon