Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Anies Baswedan Bicara Naturalisasi Sungai, Ahli Jelaskan Artinya

logo Tempo.co Tempo.co 6 hari lalu Tempo.co

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih mengkaji program normalisasi sungai untuk mengatasi banjir yang digenjot Basuki Purnama atau Ahok ketika menjadi Gubernur DKI. Kepada wartawan yang bertanya, mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyebut soal naturalisasi sungai di Ibu Kota.

"Salah satunya (solusi) ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik, bagaimana mengamankan air tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan," kata Anies di Jakarta Utara, pada 7 Februari 2018.

Namun Anies Baswedan belum menjelaskan konsep naturalisasi secara rinci. Dia juga tidak mengungkapkan kritiknya terhadap program normalisasi atau pembetonan Sungai Ciliwung sejak kawasan Lenteng Agung hingga Manggarai.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga menjelaskan perbedaan antara normalisasi dan naturalisasi sungai.

Normalisasi atau pemasangan dinding beton, katanya, membuat aliran air semakin kencang ke hilir. Proyek ini cepat selesai dan terlihat.

Nirwono menjelaskan, naturalisasi sungai adalah pembenahan sungai dengan alamiah, yakni pembuatan tebing sungai dengan tanah yang ditanami pohon.

“Dengan begitu, air menyerap tidak seperti normalisasi (pemasangan dinding beton),” kata Nirwono saat menghadiri diskusi publik Marginalisasi RTH di Depok, di Kota Depok pada Senin, 12 Februari 2018.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Normalisasi, kata Nirwono, hanya membuat aliran air semakin kencang dan mempercepat sedimentasi lumpur di sungai, sedangkan naturalisasi memberikan manfaat utamanya terhadap ekosistem dan ketersediaan air tanah.

Nirwono menilai program naturalisasi lebih ekonomis dan praktis. Hanya saja, naturalisasi menunggu waktu untuk melihat hasilnya berbeda dengan normalisasi.

“Kalau normalisasi, setelah dilakukan bisa langsung terlihat, tapi naturalisasi membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun baru keliatan hasilnya,” lanjut Nirwono.

Di negara-negara Eropa, sebelumnya dilakukan normalisasi sungai. Namun sejak dasawarsa 1990-an, mereka membongkar beton di sisi sungai pada beberapa ruas dan melakukan naturalisasi.

“Kemudian di Sidney sejak tahun 2007, mereka sadar normalisasi hanya membuat lingkungan semakin rusak akhirnya menggantinya dengan naturalisasi,” katanya menjelaskan soal naturalisasi sungai yang dikatakan Anies Baswedan.

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon