Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

"Biang Kerok" di Balik Gagalnya Pemerintah Turunkan Jumlah Penduduk Miskin

logo Kompas.com Kompas.com 17/07/2017 Muhammad Fajar Marta

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, keterlambatan penyaluran beras sejahtera (Rastra) menyebabkan  pemerintah sulit menurunkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2017.

Hal ini lantaran komoditi beras merupakan kontributor utama penyumbang kemiskinan di perkotaan sebesar 20,11 persen dan pedesaan sebesar 26,46 persen.

"Salah satu penghambat yang terjadi karena penyaluran Rastra-nya agak terhambat pada Januari, Februari, dan Maret (2017)," ujar kepala BPS Suharyanto di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Keterlambatan penyaluran Rastra langsung berdampak kepada rakyat  kurang mampu. Akibatnya upaya pemerintah untuk menurunkan jumlah penduduk miskin menjadi terhambat.

Pada Maret 2017, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,77 juta orang. Jumlah itu bertambah sekitar 6.900 orang dari data September 2016 lalu.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/6/2017)KOMPAS.com/YOGA SUKMANA

Presiden Joko Widodo sudah mengungkapkan rasa kecewanya akibat keterlambatan penyaluran Rastra. Bahkan ia awalnya tidak diberitahu adanya keterlambatan tersebut.

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/6/2017) sore, Presiden Jokowi pun minta agar persoalan semacam itu dilaporkan kepada dirinya.

"Mestinya, kalau ada hal yang penting seperti ini saya diberi tahu sehingga dampak yang ada dari keterlambatan ini bisa diupayakan untuk tidak dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Jokowi.

Penulis: Yoga Sukmana

Editor: Muhammad Fajar Marta

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon