Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

JK minta kasus penyanderaan di Papua diselesaikan tegas tapi persuasif

logo Merdeka Merdeka 3 hari lalu Editor Merdeka.com, peristiwa

Sedikitnya 1.300 warga sipil di Tembaga Pura, Mimika, Papua masih disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah terus mengupayakan untuk menangani kasus tersebut secara persuasif.

"Polisi dan TNI kan sudah mengusahakan dan juga pemerintah sana untuk menyelesaikan itu secara persuasif, secara dialog," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (14/11).

Akan tetapi, jika tidak bisa diselesaikan secara persuasif, maka pemerintah akan mengambil langkah tegas. Namun, JK tidak menyebut langkah tegas yang dimaksud. Dia hanya menekankan, langkah itu tentunya mengutamakan kepentingan warga Mimika.

"Tentu pemerintah mementingkan kepentingan rakyat yang lebih besar. Jadi harus tegas juga untuk menyelesaikan itu, tapi sekarang ini harus dengan persuasif supaya jangan terjadi korban yang banyak," ucapnya.

Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. © 2013 Merdeka.com/imam buhori Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com.
Saat ditanya apakah pemerintah dimungkinkan untuk menyerang balik KKB jika tidak bisa selesai dengan langkah persuasif, JK menjawab diplomatis.

"Ya harus menyelamatkan rakyat apapun caranya. Pokoknya kita harus menyelamatkan rakyat ini," ujar dia.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, PT Freeport Indonesia perlu memberikan bantuan kepada warga yang disandera KKB. Sebab, sebagian besar warga tersebut bekerja di PT Freeport.

"Termasuk Freeport tentu, karena itu kan banyak juga yang bekerja di Freeport, orang-orang di situ," katanya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan warga Mimika disandera KKB kemudian dijadikan sebagai tameng agar tidak diserang aparat. Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar. Boy mengungkapkan sandera terdiri dari ratusan warga non-Papua yang selama ini menjadi pendulang dan pengumpul emas. Para sandera tidak diizinkan beraktivitas termasuk membeli bahan makanan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menilai motif para pelaku diduga karena faktor ekonomi. Setyo menyebut, anggota kelompok tersebut yang bersenjata lengkap hanya berjumlah 20 sampai 25. Namun Polri yang bekerja sama dengan TNI akan tetap menurunkan Satgas Terpadu yang jumlah personelnya bisa ratusan orang.

Meski Kapolri Jendral Tito Karnavian sudah menyebut jika KKB ini bagian dari salah satu kelompok bersenjata di Papua. Namun dirinya belum bisa menyebut kelompok bersenjata itu karena masih sedang didalami.

Lainnya dari Merdeka

image beaconimage beaconimage beacon