Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kemenhub Siapkan Empat Strategi Agar Mudik Aman dan Nyaman

logo Republika.co.id Republika.co.id 20/06/2017 Didi Purwadi

Mudik Lebaran tahun ini diharapkan akan lebih nyaman dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari manajeman persiapan mudik yang lebih baik mulai dari penyiapan infrastruktur hingga fasilitas pendukung lainnnya, seperti tempat peristirahatan sementara (parking bay) di ruas jalan tol.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama stakeholder terus melakukan upaya pembangunan dan penyempurnaan sejumlah fasilitas lainnya agar arus mudik tahun ini lebih lancar dan masyarakat dapat merasakan kenyamanan dan keamanan sepanjang perjalanan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, segala persiapan sudah siap hingga 90 persen. Mulai dari persiapan jalur tol, ketersediaan pelabuhan, dan juga telah meminta kepada PT. Kereta Api untuk bisa menambah perjalanan dan memastikan kondisi stasiun aman dan nyaman.

Hingga kemarin, Kemenhub terus melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi padatnya lalu lintas baik di darat, laut, maupun udara, di masa musim mudik Lebaran. Segala persiapan dilakukan guna menjaga arus mudik berjalan dengan lancar, selamat, aman serta nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Merupakan harapan Pemerintah, masyarakat dapat menjalankan mudik dengan enjoy, aman, dan selamat,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam acara Forum Diskusi Perhubungan bertajuk ‘Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Selamat, Aman, dan Nyaman’, di Jakarta.

Puncak mudik Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi pada 22 hingga 24 Juni 2017. Namun demikian, sejumlah masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan pulang kampung sejak 15 Juni lalu. Sementara, arus balik diperkirakan akan terjadi pada 11 Juli.

Menteri Perhubungan mengatakan, puncak mudik tahun ini setidaknya akan memadati enam titik krusial yang menjadi pintu keluar masyarakat yang akan pulang kampung. Keenam titik tersebut, antara lain Bandara Soekarno Hatta, Stasiun Gambir dan Senen, pintu tol Cikampek dan Cipali. Menhub juga memprediksi Pelabuhan Merak dan Batam juga menjadi salah satu titik yang akan padat pada arus mudik nanti.

Terkait dengan hal tersebut, Budi mengatakan sudah meminta kepada semua Dirjennya untuk melakukan koordinasi dan pengamanan serta pengawasan pada titik-titik krusial tersebut mulai 15 Juni hingga arus balik yang diperkirakan pada 11 Juli mendatang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berbincang dengan pemudik di Kapal Motor Labobar rute Balikpapan-Surabaya saat meninjau kesiapan arus mudik di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (17/6). © Kemenhub Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, berbincang dengan pemudik di Kapal Motor Labobar rute Balikpapan-Surabaya saat meninjau kesiapan arus mudik di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (17/6).

"Untuk mengantisipasi kepadatan di bandara, Kemenhub telah menambah jam operasional pegawai hingga pukul 00.00 WIB. Hal ini akan dilakukan pada puncak arus mudik, kami juga akan memberi sanksi kepada KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), apabila memasukkan pemudik ke kapal melebihi kapasitas,” ujarnya.

Sementara untuk jalur darat, sejumlah persiapan dan antisipasi juga dilakukan. Diantaranya, posko kesehatan menyediakan motor untuk menjangkau pemudik yang membutuhkan pertolongan kesehatan di tengah kemacetan. Pertamina juga menyediakan motor untuk mengantar bensin bagi kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.

Koordinasi komando di jalan pun sudah dilakukan, kendali buka-tutup pintu tol berada di bawah tim Kepala Korlantas. Jika tol-tol utama tutup, maka tol fungsional akan segera difungsikan.

“Meski begitu, jika memungkinkan mudik lebih awal, lebih baik mudik lebih awal, agar kepadatan lalu lintas dapat terbagi lebih banyak,” pesan Menhub.

Guyub dan Rukun

Angkutan Lebaran tahun ini mengusung tema 'Guyub dan Rukun' sebagai semangat dalam bermudik. Tema ‘Mudik Bareng Guyub Rukun’ ini dimaknai sebagai kelompok atau masyarakat yang memiliki ikatan sosial dan melaksanakan kegiatan mudik bersama secara damai dan rukun.

“Kita mengilhami kata-kata guyub dan rukun. Kami berharap mudik ini puncaknya menjadi guyub dan rukun,” ujar Budi. Berdasarkan data, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum diprediksi meningkat di tahun 2017 sebesar 4,85 persen atau sebanyak 19,04 juta jiwa.

Kemenhub menyiapkan empat strategi guna mengatasi persoalan mudik, seperti kemacetan, keselamatan, dan kelaikan moda transportasi. Strategi yang dimaksud oleh Menhub, di antaranya koordinasi yang intensif dengan para stakeholder, ramp check, pelayanan posko terpadu, dan fasilitas mudik gratis.

“Strategi yang kita lakukan ini sangat strategik. Dari bulan Januari, kita sudah lakukan koordinasi yang intensif dengan Kemen PUPR, Polri, dan stakeholder lainnya untuk merancang inovasi apa yang akan kita lakukan untuk menangani arus mudik dan arus balik  tahun ini,” ujarnya.

Dalam rangka mengedepankan Zero Accident, Kemenhub melakukan ramp check menyeluruh pada semua moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api. “Kita lakukan ramp check secara intensif pada semua moda transportasi mulai bulan April sampai saat ini. Kalau tahun lalu ramp check dilakukan seminggu sebelumnya, tahun ini kita lakukan dua bulan sebelumnya,” kata dia.

Kemenhub juga memantau arus mudik dan arus balik Lebaran dengan membuka Posko Terpadu mulai 15 Juni sampai 11 Juli 2017. Posko utama berada di Kemenhub, sedangkan posko kedua berada di Korlantas.

Untuk mengurangi kemacetan, Kemenhub menyediakan program mudik gratis dengan kapal laut, kapal penyeberangan, bus, dan kereta api. Selain Kemenhub, BUMN dan mitra kerja juga menyediakan program mudik gratis. Kuota program mudik gratis mencapai lebih dari 200 ribu penumpang dan 40 ribu lebih motor.

“Kami berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengadakan mudik gratis. Tujuannya adalah untuk mengurangi pemudik menggunakan sepeda motor supaya kecelakaan dan kemacetan berkurang, serta kenyamanan tercipta. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas mudik gratis dan seyogianya tidak menggunakan sepeda motor,” jelas Budi.

Sementara itu, dari sisi sarana dan prasarana, Kemenhub telah menyiapkan sarana dan prasarana demi kelancaran arus mudik 2017, baik pada moda transportasi darat, laut, maupun kereta api. Untuk moda transportasi darat, disiapkan 48.790 bus yang terdiri dari bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan pariwisata. Jumlah ini naik dari ketersediaan bus tahun lalu yang sebesar 46.478 bus. Sedangkan, total jumlah terminal yang disiapkan sebanyak 48 terminal yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

Selanjutnya, Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Kemenhub menyediakan kapal ro-ro sebanyak 195 unit dengan tujuh lintas. Lintasan yang tersedia, yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Tanjung Api Api-Tanjung Kelian, Kayangan-Prototano, dan Kariangau-Penajam.

Untuk moda transportasi laut disiapkan 1.278 kapal dengan rincian 26 kapal Pelni, 28 kapal ro-ro swasta, 74 kapal swasta, dan 1.049 kapal swasta jarak dekat dengan 52 pelabuhan yang akan dipantau di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk moda transportasi udara, jumlah yang disiapkan  526 pesawat dari 14 airlines dan 35 bandara di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk moda transportasi kereta api, rangkaian kereta yang tersedia sebanyak 1.694 rangkaian. Rinciannya, kereta siap operasi sebanyak 1.565 dan 129 kereta cadangan.

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon