Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

AAqjAD1Artikel Pilihan

KPK: Kematian Saksi tak Pengaruhi Pengusutan KTP-El

logo Republika.co.id Republika.co.id 12/08/2017 Ratna Puspita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi KTP Elektronik tak terpengaruh dengan kematian saksi Johannes Marliem. Lembaga antikorupsi ini punya bukti kuat lainnya, tak hanya dari keterangan Johannes.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/7). © Antara/Sigid Kurniawan Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/7).

“Dalam penanganan perkarta KTP-El kami punya bukti kuat, penyidikan tetap jalan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (12/8).

Febri mengatakan, KPK telah menerima info terkait meninggalnya Johannes Marliem. Marliem tewas di rumah sewaannya di Beverly Grove, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Kamis (10/8) pagi waktu setempat. Ia tewas dengan menyisakan luka tembak di bagian tubuhnya.

KPK menyatakan peristiwa meninggalnya Marliem adalah domain penuh aparat setempat. Tentu, lembaga antikorupsi ini enggan berspekulasi terkait kematian saksi yang diduga memiliki banyak informasi dalam kasus KTP-El ini.

Menurut mantan ketua KPK Indriyanto Seno Adji, lembaga antikorupsi itu punya banyak bukti terkait kasus korupsi KTP Elektronik. Guru besar ilmu pidana ini meyakini, kematian saksi penting Johannes Marliem tak akan mempengaruhi pengusutan perkara itu. “Pengalaman saya (menjadi pemimpin KPK), (kematian saksi) sama sekali tidak terpengaruh,” kata dia.

Nama Johanes Marliem mulai dikenal khalayak saat media massa memberitakan soal adanya keterlibatan Marliem pada kasus korupsi proyek KTP-El yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Terutama saat nama itu tertera dalam surat dakwaan kasus KTP-El.

Marliem, dalam dakwaan, disebut sebagai salah satu pihak yang diperkaya oleh Irman dan Sugiharto sebagai terdakwa yang kini telah divonis hukuman penjara. Jaksa dari KPK, Irene Putri, dalam pembacaan dakwaannya menyatakan Irman dan Sugiharto telah memperkaya 76 orang. 

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon