Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

SBY Disebut Cuci Uang Negara Rp 177 Triliun, Demokrat: Fitnah

logo Suara.com Suara.com 12/09/2018 Ria Rizki Nirmala Sari

Partai Demokrat membantah keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam skandal pencucian uang Bank Century senilai USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menegaskan, tuduhan tersebut merupakan halusinasi.

Ia mengatakan, tulisan yang menceritakan adanya keterlibatan SBY dalam skandal pencurian uang dan pencucian uang tersebut hanyalah sebuah cerita yang dikarang penulis.

Tulisan yang dimaksud ialah artikel Asian Sentinel berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy” (Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar), Senin (11/9/2018).

"Semua yang dituliskan itu tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah-kisah fiktif yang diolah seperti kebenaran," kata Ferdinand kepada Suara.com, Rabu (12/9/2018).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (30/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud] © suara.com Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (30/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Ia juga menilai, hubungan SBY dalam patgulipat pembentukan Bank Century, kepailitan, serta transformasinya menjadi Bank Mutiara sampai dibeli J Trust seperti yang tertulis dalam artikel itu adalah fitnah.

"Robert Tantular, pemilik Bank Century, juga tidak dikenal oleh SBY, jadi semua yang disampaikan itu adalah fitnah yang omong kosong," ujarnya.

Apalagi, dalam penyelidikan skandal Bank Century di Indonesia, nama SBY tak pernah sekali pun disebut.

Atas dasar itulah, Ferdinand menegaskan SBY serta Partai Demokrat secara organisasional tak pernah terlibat pencucian uang seperti yang dituliskan artikel tersebut.

"Fakta-fakta selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, sama sekali tidak menghubungkan dengan SBY, Demokrat maupun orang Demokrat. Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, SBY beserta 30 pejabat lain diduga terlibat konspirasi pencurian uang negara hingga USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun dan melakukan praktik pencucian uang di sejumlah bank internasional.

Hal tersebut termaktub dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International, ke Mahkamah Agung Mauritius pada pekan lalu.

Kasus tersebut terungkap ke publik Indonesia setelah media daring internasional, Asia Sentinel, mengunggah artikel berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy”.

Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel John Berthelsen tersebut, termuat cuplikan hasil investigasi kasus di balik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara, yang akhirnya jatuh ke tangan J Trust.

Hasil investigasi itu mengungkap adanya konspirasi pencurian uang negara hingga USD 12 miliar dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Sebanyak 30 pejabat dituduh terlibat dalam skema tersebut, termasuk SBY. Uang setara Rp 177 triliun itu didapatkan dari masyarakat pembayar pajak.

Laporan investigasi tersebut merupakan analisis forensik yang dikenal sebagai bukti, dan dikompilasi oleh satuan tugas penyidik dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan sejumlah negara lain.

Tak hanya itu, laporan investigasi itu juga dilengkapi 80 halaman afidavit alias keterangan di bawah sumpah, yang menyeret keterlibatan sejumlah lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, dan United Overseas Bank (UOB) Singapura.

Kunjungi situs lengkapnya

image beaconimage beaconimage beacon