Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

7 Momen Terbaik Kenny Dalglish Bersama Liverpool

logo 90min 90min 6 hari lalu Redaksi 90min
Kenny Dalglish posing for the camera: Liverpool's Scottish manager Kenny Dalgl © GLYN KIRK/GettyImages Liverpool's Scottish manager Kenny Dalgl

Bagi para penggemar​ Premier League terlebih Liverpool, nama Kenny Dalglish hampir pasti menjadi idola bagi mereka semua. Saking luar biasanya performa Dalglish, para fans memberi julukan King Kenny kepada pria yang kini berusia 67 tahun tersebut.

Datang dari Celtic pada tahun 1977 ke ​Liverpool, banyak ekspektasi disematkan kepadanya. Apalagi dirinya mengenakan jersey nomor 7, yang sebelumnya dikenakan oleh sang legenda, Kevin Keegan. Namun, Dalglish membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya memang layak menyandang nomor keramat tersebut.

Tidak hanya sukses sebagai pemain, dia juga sukses memantapkan diri sebagai manajer legendaris bagi The Reds. Berikut kami rangkum, tujuh momen terbaik Kenny Dalglish bersama Liverpool.

Mencetak Gol Kemenangan di Final European Cup 1978

Tidak dapat dimungkiri, musim perdana Dalglish bersama The Reds memang berjalan di luar perkiraan. Sukses mencetak gol di laga debutnya, dirinya secara total mencetak 31 gol di Liga Inggris sepanjang musim 1977/78.

Namun, satu gol yang pastinya tidak akan dilupakan oleh fans adalah kala dirinya menjadi penentu kemenangan The Reds atas klub Belgia, Club Brugge, melalui golnya di final European Cup 1978. Gelar Eropa 1978 bagi King Kenny ini pun menjadi yang pertama, mengingat dirinya juga sukses membawa Liverpool memenangi gelar yang sama di tahun 1981 dan 1984.

Menghancurkan Tottenham 7-0 Tahun 1978

Tidak banyak tim yang mampu menantang Liverpool di Anfield, namun Tottenham menjadi salah satu kandidat kuat di masanya. Apalagi, mereka diperkuat oleh dua pemenang Piala Dunia 1978 bersama Argentina, Osvaldo Ardiles dan Ricardo Villa.

Namun, pada laga yang dihelat bulan September 1978 justru berakhir di luar dugaan. The Reds sukses menampilkan aksi terhebat mereka dengan memberondong gawang Spurs sebanyak tujuh gol. King Kenny sendiri menjadi sumber kehancuran tim tamu kala dirinya mencetak dua gol, dan memberikan assisti untuk dua gol lainnya.

Memenangi Gelar Liga Inggris Musim 1985/86

dalgish 1986 © Image by Standard Chartered dalgish 1986

Di musim 1985/86, Kenny Dalglish didaulat untuk mengisi dua peran di Liverpool, yakni sebagai pemain sekaligus manajer. Namun, Dalglish nampak tidak terpengaruh dan masih mampu menjalani keduanya dengan gemilang.

Hal itu ditunjukkan dengan dirinya yang sukses mengantarkan Liverpool memenangi gelar Liga Inggris di musim tersebut. Mereka sempat tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen sementara, Everton, namun, inkonsistensi The Toffees serta kebangkitan The Reds, membuat gelar harus diperebutkan hingga pekan terakhir.

Dalglish pun akhirnya sukses mengunci gelar di pekan terakhir setelah membawa Liverpool menang melawan Chelsea, melalui gol yang ditorehkan oleh Dalglish sendiri. Kesuksesan tersebut sekaligus membuat pria Skotlandia tersebut menjadi pemain-manajer pertama yang sukses meraih gelar di kancah sepak bola Inggris.

Meraih Double Winners di Wembley Tahun 1986

a group of people standing in front of a crowd: General view of the Liverpool team bus © Getty Images/GettyImages General view of the Liverpool team bus

Gagal meraih gelar Liga Inggris 1985/96, Everton memiliki kesempatan untuk melakukan balas dendam kala The Toffees bertemu Liverpool di final FA Cup 1986. Mereka bahkan sempat unggul terlebih dahulu melalui aksi Gary Lineker di babak pertama.

Namun, semua berubah di babak kedua. Dalglish yang masih berperan sebagai pemain-manajer, sukses memimpin timnya mengembalikan keunggulan melalui aksi Ian Rush dan Craig Johnston yang membawa The Reds meraih double winners. Pencapaian itu sekaligus menambah deretan prestasi bersejarah Dalglish di musim 1985/86.

Memusnahkan Nottingham Forest Tahun 1988

a crowd of people watching a baseball game: Steve Chettle of Nottingham Forest and John Barnes of Liverpool © Getty Images/GettyImages Steve Chettle of Nottingham Forest and John Barnes of Liverpool

Kendati saat ini Nottingham Forest bukanlah tim yang diperhitungkan, namun di era 1970an hingga 1980an, The Tricky Trees merupakan salah satu kekuatan tangguh di kancah sepak bola Inggris, bahkan Eropa. Pada musim 1987/88, di bawah asuhan Brian Clough, Nottingham sukses mengakhiri musim di posisi ke-3.

Namun, hasil positif tersebut tercoreng kala mereka dihancurkan oleh Liverpool di paruh kedua musim. Tidak main-main Nottingham harus rela tumbang 0-5 dari The Reds yang dilatih oleh Kenny Dalglish. John Alridge mencetak dua gol, disusul satu gol dari Peter Beardsley, Ray Houghton, dan Gary Gillespie.

Liverpool dan Dalglish sendiri sukses mengakhiri musim sebagai pemenang liga dengan raihan 90 poin, diikuti oleh Manchester United (81 poin), dan Nottingham Forest (73 poin).

Menjaga Konsistensi Tim Musim 1988/89

a man standing in front of a crowd: FA Cup 1989 © Image by Standard Chartered FA Cup 1989

FA Cup 1989

Fokus Liverpool jelas berantakan di musim 1988/89, terutama di paruh kedua musim, tepatnya pada bulan April 1989 ketika terjadi insiden yang dikenal dengan Hillsborough Disaster. Kecelakaan itu merujuk kepada kekacauan terjadi di Hillsborough Stadium, tempat berlangsungnya semifinal FA Cup antara Liverpool melawan Nottingham Forest. Tragedi itu sendiri berakhir dengan 96 suporter meninggal dunia akibat terinjak-injak.

Kendati demikian, Dalglish masih mampu menjaga semangat anak asuhnya, dan memimpin Liverpool memenangi FA Cup musim tersebut. Dua gol Ian Rush di waktu tambahan memastikan gelar bagi The Reds yang sekali lagi menang atas Everton.

Mereka bahkan bisa saja memenangkan gelar Divisi Utama andaikan tidak kalah selisih gol dari Arsenal, mengingat kedua tim sama-sama mengoleksi 76 poin.

Mengakhiri Puasa Gelar Liverpool Pada Tahun 2012

Kenny Dalglish et al. posing for the camera: Liverpool v Cardiff City - Carling Cup Final © Paul Gilham/GettyImages Liverpool v Cardiff City - Carling Cup Final

Selepas musim yang gagal bersama Roy Hodgson pad 2010/11, kala Liverpool gagal memenangkan satu gelar pun dan finish di posisi ke-6 Premier League, pihak manajemen kembali menunjuk Kenny Dalglish untuk memperbaiki performa klub.

Namun, perjalanan Dalglish di musim 2011/12 bisa dibilang cukup jauh dari kata memuaskan. Alih-alih memperbaiki posisi mereka di Premier League, Liverpool justru mengakhiri musim di posisi ke-8 klasemen. Selain itu, mereka juga diungguli Chelsea 1-2 di final FA Cup.

Akan tetapi, ada satu titik terang bagi Dalglish di musim tersebut. Dirinya sukses mengantarkan Liverpool memenangi gelar League Cup, setelah menjalani adu penalti yang dramatis. Gelar itu sendiri menjadi gelar pertama bagi klub sejak 2006. Kendati demikian, Dalglish tetap dipecat di akhir musim untuk digantikan oleh Brendan Rodgers.

Unduh e-Book 'The King Kenny' di Link ​Berikut Ini

Lainnya dari 90min

image beaconimage beaconimage beacon