Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Godin: Malaikat Tanpa Sayap untuk Uruguay

logo Kumparan Kumparan 01/07/2018 Arif Utama
Diego Godin © Disediakan oleh Kumparan Diego Godin

Diego Godin sangat pas dengan deskripsi penulis Dewi Lestari tentang malaikat tanpa sayap: cahayanya memang tak berkilau, tetapi kehadirannya sangat terasa. Godin tak pernah menyombongkan dirinya ketika bermain sepak bola. Karena hanya ada tim di dalam kepalanya.

Dia pernah bermain dengan kondisi hidungnya patah hingga mulut yang bersimbah darah bersama Atletico Madrid. Di Piala Dunia 2018, suara Godin terdengar lantang di lini belakang Tim Nasional (Timnas) Uruguay. Dan tentu saja, dia juga bekerja sama kerasnya seperti suaranya supaya Fernando Muslera bisa sesekali bersantai di bawah mistar gawang Uruguay.

Independent menyebut bahwa bek berusia 32 tahun itu adalah yang terbaik dalam urusan melancarkan sapuan (12), tekel (8), dan duel udara (8) selama fase grup. Selain itu, WhoScored mencatat bahwa Godin melakukan 2,3 intersep per laga. Kerja kerasnya sungguh bisa dirasakan oleh rekan-rekannya. Di babak grup, La Celeste tak kebobolan satu gol pun.

Memang pada akhirnya rekor tak kebobolan Uruguay pada akhirnya terhenti saat menghadapi Timnas Portugal di laga 16 besar, Minggu (1/7/2018) dini hari WIB. Hal itu disebabkan Godin luput menghitung kemungkinan pemain lain macam Pepe untuk cetak gol melalui sundulan.

Berita baiknya, keputusannya untuk sangat fokus kepada Cristiano Ronaldo dirasa sangat tepat. Matinya bintang Real Madrid itu berakhir dengan mampetnya build-up serangan anak-anak asuh Fernando Santos selama 90 menit.

Cristiano Ronaldo © Disediakan oleh Kumparan Cristiano Ronaldo

Suplai bola-bola pendek kepada Ronaldo dari gelandang berhasil dimatikan Godin dan kolega di lini belakang Uruguay. Alhasil, Ronaldo hanya menyentuh bola sebanyak 49 kali dan melakukan operan sebanyak 25 kali dengan 21 di antaranya mampu diputus pertahanan lawan. Jumlah ini adalah yang terendah di skuat Portugal.

Buntu dengan umpan pendek, winger dan full-back Portugal terpaksa melancarkan umpan lambung untuk memberikan suplai bola kepada Ronaldo. Nah, dari sinilah berkah Uruguay tiba. Memanfaatkan full-back yang telat mundur, Uruguay mampu melancarkan serangan balik cepat yang berakhir dengan Edinson Cavani cetak gol di menit ke-7 dan ke-62.

Di akhir pertandingan, kamera menyorot wajah Ronaldo yang tampak frustrasi sementara Cavani terlihat bangga. Yang tak terlalu lama disorot adalah wajah penuh syukur Godin karena kerja kerasnya pada akhirnya berujung kemenangan 2-1 bagi timnya. Kemenangan yang membuat mimpi Uruguay di Piala Dunia masih terpelihara.

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon