Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Miliarder Dunia Kehilangan Harta Rp 469 Triliun Gara-gara Trump

logo Liputan 6 Liputan 6 19/05/2017

Kekayaan para miliarder dunia menurun tajam setelah kondisi pasar terguncang akibat keputusan yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Bloomberg Billionaire Index melaporkan, total kekayaan para miliarder menurun US$ 35 miliar atau setara Rp 469 triliun (kurs 1 US$ = Rp 13.405).

Melansir stuff.co.nz, Jumat (19/5/2017), orang terkaya dunia Bill Gates kehilangan US$ 1 miliar setelah sahamnya di Microsoft menurun 2,8 persen. Angka tersebut ditaksir menjadi penurunan terbesar yang didapat selama setahun.

Sementara itu, pendiri Amazon Jeff Bezos harus rela kehilangan harta US$ 1,7 miliar setelah saham Amazon tergelincir 2,2 persen. Harta orang terkaya kedua dunia, Amancio Ortega turun US$ 355 juta ke angka US$ 83,2 miliar.

Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump © Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump memberikan pidato di Scranton, Pennsylvania, AS, Se... Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump

Indeks saham global anjlok akibat gejolak politik menyelimuti Gedung Putih. Keputusan Donald Trump untuk memecat Direktur FBI James Comey mengundang reaksi beragam dari berbagai pihak dan membuatnya di bawah pengawasan.

Saham Amerika Serikat membukukan penurunan terbesar sejak September tahun lalu dengan saham Nasdaq turun 2,6 persen. MSCI All-Country World Index juga turun 1,2 persen, sementara performa terburuk dipegang oleh saham perbankan.

Dari penurunan ini, Mark Zuckerberg dilaporkan mendapat efek paling besar dengan penurunan harta sebesar US$ 2 miliar. Meski begitu, pendiri Facebook ini tetap duduk sebagai orang terkaya kelima dunia dengan total kekayaan sebesar US$ 62,3 miliar.

Presiden Donald Trump memecat Direktur FBI, James Comey pada 9 Mei lalu. Pengumuman pemecatan Comey dinilai sangat mengejutkan karena dilakukan terhadap seorang pejabat karier yang sejak lama dipandang ideal sebagai seorang penegak hukum. Ia tidak memiliki catatan buruk, juga tidak memihak partai atau kelompok politik tertentu.

Namun, Comey juga memimpin investigasi terhadap kampanye Trump di 2016 yang dicurigai memiliki hubungan dengan Rusia. Pihak partai Demokrat menolak keputusan Trump tersebut dengan membandingkan kondisinya pada era Watergate di mana direktur FBI dipecat karena memimpin investigasi yang "membahayakan" Gedung Putih.

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon