Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Tiga Tahun Jokowi-JK, Ini Catatan Indef

logo Tempo.co Tempo.co 17/10/2017 Tempo.co

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berli Martawardaya, mencatat satu keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama tiga tahun berkiprah. Keberhasilan itu berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi.

Berli menuturkan, pemerintah sudah berhasil membalikkan tren penurunan pertumbuhan ekonomi. "Sulit loh mengubah tren," kata dia di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017.

Ekonomi Indonesia sempat tumbuh sebesar 6,5 persen pada 2011. Namun angkanya terus menurun hingga 5,2 persen di akhir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.

Setelah itu, ekonomi berbalik menguat menjadi 5,04 persen pada 2015. Meski kemudian turun menjadi 5,02 persen di 2016.

Namun Berli memperkirakan ekonomi akan terus tumbuh membaik. Hingga akhir tahun nanti, ekonomi diperkirakan tumbuh hingga 5,19 persen.

Yang perlu diperhatikan saat ini menurut dia adalah mendorong investasi. "Sudah saatnya menggeser fokus dari infrastruktur ke mencari investor," ujarnya.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Salah satunya adalah investor di sektor manufaktur. Dia mengatakan sektor tersebut perlu kembali diperkuat. Pasalnya, sektor itu bisa menyerap banyak tenaga kerja sehingga menjadi solusi pengentasan kemiskinan.

Berli menuturkan saat ini sektor jasa terlalu berperan besar. Padahal ada sekitar 60 persen lulusan SMP di Indonesia. Dengan berkarya di sektor jasa, pekerjaan mereka tak banyak memberikan nilai tambah dibanding bekerja di sektor manufaktur.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mencatat angka kemiskinan selama tiga tahun kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kala sudah menurun. Per Maret 2017, terdapat 27,77 juta penduduk miskin atau 10,64 persen dari total penduduk.

Angkanya menurun 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Meski turunnya kecil, tapi angka ini tentu tidak bisa diabaikan jika melihat keadaan ekonomi global," kata Teten di kantornya, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

VINDRY FLORENTIN

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon