Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

NU: Pilkada Jatim Jangan Sampai Merusak Majelis Taklim

logo Suara.com Suara.com 21/10/2017 Nikolaus Tolen

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Suwadi P Pranoto meminta masyarakat Jawa Timur, khususnya ”warga nahdliyin” dapat bijak pada masa pemilihan kepala daerah (pilkada).

Suwandi meminta warga tak terpecah belah meski berbeda pilihan. Apalagi, dua tokoh yang masuk bursa calon gubernur dari kalangan NU, yakni Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa.

"Berkompetisi secara sehat, baik di Jatim atau di Papua. Jangan sampai merusak kelompok tahlilan, jangan sampai karena pilkada majelis taklimnya pecah," kata Suwadi di Condet, Jakarta Timur, Sabtu (21/10/2017).

[Times of Indonesia] © suara.com [Times of Indonesia]

Menurut Suwadi, warga NU harus ikut menyalurkan suaranya berdasarkan hati nurani. Jangan mendahulukan syahwat yang akhirnya menjerumuskan dalam amarah.

"Bersaing dengan sehat. Majelis taklim jangan dicampur adukan dengan pilkada," tegasnya.

Dia mengatakan,  sangat penting masyarakat mengerti makna tirakat yakni mengendalikan diri, baik hati dan pikiran. Apalagi, belakangan ini, momen pilkada diwarnai oleh sejumlah isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Tirakat dalam pengertian mengendalikan diri, mengatur syahwat-syahwat politik itu menjadi penting agar berpolitik lebih rasional. Karena orang yang berpolitik semata-mata memakai syahwatnya, itu sekadar makhluk yang berakal tapi bukan manusia. Tirakat bisa dilatihkan," tandasnya.

Kunjungi situs lengkapnya

image beaconimage beaconimage beacon