Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Admin Grup WhatsApp di Zimbabwe Harus Dapat Izin Pemerintah

logo Kompas.com Kompas.com 16/10/2017 Reza Wahyudi
© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

IlustrasiMashable

Semua pengelola atau admin grup WhatsApp di Zimbabwe harus mendaftarkan diri ke pemerintah agar mendapat izin operasional. Aturan ini telah diteken Menteri Keamanan Siber Zimbabwe, Patrick Chinamasa, pada 10 Oktober 2017.

Kendati begitu, penegakan hukumnya masih dalam tahap uji coba selama lebih kurang sebulan. Per 1 November 2017, admin grup WhatsApp yang tak mendaftarkan diri bisa ditetapkan sebagai “kriminal”.

Anggota grup WhatsApp pun berpotensi dikenai sanksi. Setidaknya begitu yang tertera pada Surat Edaran Kementerian Siber Zimbabwe.

“Anggota grup yang adminnya tak terkualifikasi bisa dianggap melakukan tindakan kriminal,” tertulis pada aturan baru pemerintah Zimbabwe.

Aturan sengaja dirancang bersifat sebab-akibat agar admin maupun anggota grup WhatsApp bisa saling mengingatkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (17/10/2017) dari ZambianObserver.

Belum dijabarkan lebih lanjut hukuman seperti apa yang akan diberikan, baik itu penjara atau denda. Jangka waktu penahanan atau besaran denda pun belum diketahui.

Yang jelas, aturan baru di Zimbabwe bertujuan menjaga keamanan negara dari berbagai serangan siber. Hingga kini belum ada tanggapan dari pihak WhatsApp.


Penulis: Fatimah Kartini Bohang

Editor: Reza Wahyudi

Sumber:

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon