Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Dituduh Menipu, Mantan CEO Uber Digugat

logo Kompas.com Kompas.com 12/08/2017 Deliusno
© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

CEO Uber Travis KalanickQuartz

Pendiri sekaligus CEO Uber, Travis Kalanick, didepak dari posisinya di pucuk pimpinan pada Juni lalu. Dia mendapat tekanan dari investor terhadap serangkaian skandal diskriminasi gender dan masalah-masalah lain di perusahaan tersebut.

Tapi Travis Kalanick agaknya tidak menyerah begitu saja. Belakangan, Benchmark, salah satu entitas pemegang saham terbesar di Uber, menuding Travis Kalanick telah sengaja menghalang-halangi proses pemilihan CEO baru dan mengatur cara untuk bisa kembali ditunjuk sebagai bos Uber.

Benchmark mengajukan beberapa gugatan hukum atas Travis Kalanick. Salah satu tuduhannya menyebutkan bahwa Travis Kalanick telah sengaja menipu investor dengan memasukkan orang-orang yang loyal kepadanya ke dewan direksi Uber. Tujuannya untuk memuluskan jalan kembali sebagai CEO.

“Ini akan merugikan pemegang saham Uber, para pegawai, rekanan pengemudi, dan pelanggan,” tulis Benchmark dalam gugatan yang diajukannya kepada pengadilan di AS, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BuzzFeed, Sabtu (12/8/2017).

Sebagai bagian dari gugatan hukumnya, Benchmark meminta Travis Kalanick keluar dari keanggotaan dewan direksi Uber. Dia juga diminta membubarkan tiga anggota dewan direksi baru yang ditunjuk oleh Travis Kalanick pada Juni 2016. Ada juga tuntutan ganti rugi, tapi angkanya tak dirinci.

Di lain pihak, Travis Kalanick mengatakan gugatan hukum Benchmark tak beralasan dan penuh tuduhan palsu.

“Gugatan hukum Benchmark adalah upaya untuk merampas hak-hak Travis Kalanick sebagai pendiri perusahaan dan membungkam dia soal manajemen perusahaan yang didirikannya,” sebut kuasa hukum Travis Kalanick dalam sebuah pernyataan yang menyerang balik Benchmark.

Uber sudah berjalan tanpa nakhkoda selama lebih dari sebulan. Beberapa nama yang sempat diwacanakan sebagai CEO baru, termasuk Meg Whitman dari Hewlett Packard, batal mengisi posisi tersebut.

Uber sendiri tengah didera beragam masalah. Selain skandal seks dan lingkungan kerja yang tidak kondusif di internal perusahaan, Uber juga dituduh mencuri teknologi mobil swa-kemudi dari Google. Sengketa ini telah berlanjut ke meja hijau dengan Waymo -spin off mobil swa kemudi Google- sebagai lawan Uber di pengadilan.


Penulis: Oik Yusuf

Editor: Deliusno

Sumber:

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon