Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

BRI Resmi Larang Gesek Ganda Kartu Pembayaran

logo Kompas.com Kompas.com 6 hari lalu Aprillia Ika
© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Karyawan toko mengesekan kartu debit di mesin Electronic Data Capture (EDC) di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Bank Indonesia (BI) melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi dan kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir. Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras/17MUHAMMAD ADIMAJA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara resmi telah menerapkan larangan gesek ganda (double swipe) kartu debit dan kartu kredit dalam transaksi pembayaran.

Larangan ini sejalan dengan larangan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Langkah ini dilakukan untuk melindungi data nasabah.

Pengaturan mengenai penggesekan kartu non tunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Dalam aturan tersebut, BI melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran.

Pengambilan data perbankan melalui mesin kasir di merchant dapat diindikasikan sebagai bentuk pelanggaran aturan tersebut.

Menanggapi anjuran ini, BRI telah mengimbau, memberikan edukasi, dan menyosialisasikan kepada semua merchant yang bekerja sama dengan BRI untuk tidak melakukan double swipe pada saat memproses pembayaran.

Penggunaan kartu BRI hanya diperbolehkan di mesin Electronic Data Capture (EDC) dan tidak diperbolehkan digesek di mesin kasir.

“Apabila nasabah BRI menemui praktik penggesekan ganda, kami dengan tegas melarang tindakan tersebut," kata Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso dalam pernyataan resmi, Kamis (14/9/2017).

Penggesekan ganda, imbuh Hari, sangat berbahaya bagi nasabah. Pasalnya, data-data rahasia bisa terekam dan bisa digandakan, serta berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan.

Hari mengungkapkan, jika masih terdapat praktik penggesekan ganda, nasabah dipersilahkan untuk menghubungi Contact BRI 14017 atau 1500017.

“Kami akan tegur merchant yang tidak mengikuti anjuran BI, dan kami pastikan akan melakukan pencabutan kerja sama terhadap merchant tersebut, jika memang terbukti melakukan pelanggaran," tutur Hari.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: Aprillia Ika

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon