Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Hari Batik Nasional - Ini 13 Fakta Batik yang Jarang Diketahui, No 4 Paling Keren

logo TRIBUN TRAVEL TRIBUN TRAVEL 02/10/2017

Tak banyak yang sadar jika, hari ini, tepatnya 2 Oktober 2017, kita merayakan Hari Batik Nasional.

Perayaan ini diadakan untuk memperingati batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO.

Bagi kamu penggemar batik, sudah menjadi keharusan untuk mengenal warisan negara ini lebih dekat.

Sebab meski sudah mendapat pengakuan dari dunia Internasional, sebagian dari kita masih belum mengenal sejarah maupun fakta dibalik keberadaan batik.

Misalnya jenis batik, arti pola, dan sejarahnya di masa lalu.

Dikutip dari berbagai sumber berikut 13 fakta tersembunyi batik.

1. Tradisi

© Disediakan oleh Tribun News

(redbubble.net)

Batik merupakan produk budaya.

Biasanya dapat ditemukan di berbagai negara di dunia seperti Malaysia, Nigeria, India, Singapura, Sri Lanka dan Filipina.

Jenis batik yang paling terkenal adalah dari Indonesia.

2. Sejarah nama batik

© Disediakan oleh Tribun News

(cloudfront.net)

Kata " Batik " berasal dari kombinasi dua bahasa Jawa "amba" , yang berarti "menulis" dan "tik" yang berarti "titik"

Yang jika diartikan berarti menulis titik.

3. Pekerjaan perempuan

© Disediakan oleh Tribun News

(wikimedia.org)

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Perempuan Jawa di masa lalu mengerjakan pembuatan batik sepanjang hidupnya, sehingga pekerjaan membatik dianggap sebagai profesi ekslusif perempaun.

Sampai kemudian "Batik Cap" ditemukan dimana memungkinkan para pria mengerjakan.

4. Perkenalan batik pertama

© Disediakan oleh Tribun News

(net)

Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden kedua indonesia, Soeharto, yang dikenakan pada Konferensi PBB.

5. Motif dan pola batik

© Disediakan oleh Tribun News

(indoindians.com)

Motif dan pola masing-masing daerah berbeda.

Ragam gaya dan warna dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing.

Awalnya, batik memiliki corak dan warna yang terbatas, dan beberapa pola hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu.

Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah.

6. Pola gringsing

© Disediakan oleh Tribun News

(factfile.org)

Pada abad ke-12, pola gringsing sudah dikenal oleh Rouffaer di Kediri, Jawa Timur.

Pola ini sangat bagus untuk membuat jenis batik yang indah.

Dimana pola ini dibuat dengan menggunakan canting yang diisi dengan lilin panas.

7. Patung Prajnaparamita

© Disediakan oleh Tribun News

(wordpress.com)

Jika kamu berkunjung ke Jawa Timur dan melihat patung Prajnaparamita, akan menemukan ukiran kain yang dikenakan oleh patung-patung.

Ukiran mencerminkan pola bunga dengan margin bulat.

Patung-patung itu dibuat pada abad ke-13.

Sekarang pola ini dikenal sebagai motif batik ceplok atau Jlamprang.

8. Konfrontasi Pihak Asing

© Disediakan oleh Tribun News

(craftsy.com)

Potensinya yang besar untuk membuat batik diburu dan diklaim oleh negara lain.

Satunya Malaysia.

Alasan ini yang membuat Indonesia akhirnya mendaftarkan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

9. Batik Sebagai Mode Dunia

© Disediakan oleh Tribun News

(Net)

Desainer Indonesia mulai memperkenalkan batik ke luar negeri.

Keindahannya diperkenalkan melalui berbagai acara satunya Miss Universe.

10. Mitos Tentang Batik

© Disediakan oleh Tribun News

(stdibscdn.com)

Dalam budaya Jawa, batik tidak boleh digunakan di setiap waktu.

Misalnya motif parang dilarang untuk pernikahan.

Masing-masing motif memiliki makna dan penempatan dalam penggunaan yang berbeda.

11. Batik di sub-Sahara Afrika

© Disediakan oleh Tribun News

(factfile.org)

Batik juga terkenal di Sub-Sahara Afrika setelah diperkenalkan oleh Inggris dan pedagang Belanda di abad ke-19.

Batik Jawa diadaptasi oleh suku-suku lokal.

Mereka menciptakan garis tebal, lebih warna dan motif yang lebih besar pada batiknya.

12. Batik Australia

© Disediakan oleh Tribun News

(embassy.gov.au)

Batik dibawa ke Australia pada 1970-an.

Erna Bella adalah seorang seniman Aborigin yang menggunalan Batik di kerajinan nya.

13. Strata dalam penggunaan batik

© Disediakan oleh Tribun News

(batikpopiler.com)

Rakyat jelata harus tidak pernah memakai pola batik.

Di masa lalu, pangkat seseorang dapat dilihat dari jenis batik yang dia kenakan.

Ilustrasi membatik © peterloud.co.uk Ilustrasi membatik

Lainnya dari TRIBUN TRAVEL

image beaconimage beaconimage beacon