Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Mengurai Sejarah Rambut Gaya Demi Moore

logo JPNN JPNN 18/06/2017

DALAM kitab Perjanjian Lama ada cerita, Samson bersumpah tidak akan memotong rambutnya. Kalau dicukur, sang pejuang yang dalam kepercayaan Yahudi disebut Shimshon itu akan kehilangan kekuatan. Lain Samson, lain Demi Moore.

© JPNN

Tak ada tuntutan skenario agar Demi Moore memotong rambutnya untuk berperan sebagai Molly Jensen dalam film Ghost (1990). Bahkan, Dorothy Fox, the movie's hair stylist alias penata tambut untuk film Ghost mengatakan Demi Moore masih berambut panjang ketika casting.

"Only days into the initial training, Demi decided to throw a "Shave Your Dome" party in a nightclub," tulis Nigel Goodall dalam buku Demi Moore--The Most Powerful Woman in Hollywood. Jadi, beberapa hari menjelang latihan awal untuk film Ghost, Demi Moore mengadakan pesta "Shave Your Dome" di sebuah klub malam.

Setelah pesta itulah, Demi Moore tampil dengan rambut barunya; potong pendek macam lelaki. Masa itu, perempuan dengan guntingan rambut seperti itu masih terlalu aneh. Pendek kisah, film Ghost diputar di bioskop. Meledak. Diumumkan sebagai film Hollywood terlaris pada 1990. Seiring itu potongan rambut Demi Moore yang "aneh" itu menjadi trend setter. Sekian banyak wanita di berbagai penjuru dunia berdatangan ke salon. Potong rambut meniru Demi Moore. Termasuk Indonesia. Masa itu ada istilah "rambut gaya Demi Moore". Sangat populer.

Saking populernya, meski bentuk wajahnya tak sesuai dengan rambut model itu, ada saja yang nekad memaksakan. Untuk kalangan ini, tempo hari disebut KDM alias Korban Demi Moore. Jauh sebelum era keemasan Demi Moore, di Eropa pada masa Yunani dan Romawi Kuno, hanya kaum budak yang berambut pendek. Sedangkan wanita "berkelas" mengepang rambut mereka yang panjang.

Victoria Sherrow ada mengulas sejarah ini dalam buku Encyclopedia of Hair: Cultural History. Model rambut sedikit banyak memang mencerminkan tren gaya masa tertentu. Tak sekadar rona kecantikan, tempo hari, model rambut pernah menjadi simbol keperkasaan, kekuatan.

Dan dalam perkembangannya, kemari-kemari, model rambut lebih sebagai pernyataan mode ketimbang simbol; status kelas. Oiya, omong-omong mode rambut, ada sebuah kisah menarik. Pada akhir 1700-an, sewaktu reruntuhan Kota Romawi ditemukan di Pompeii, Italia, didapati prasasti patung atau relief bangsawan wanita Romawi berambut panjang. Keriting kecil-kecil. Agar tidak jatuh menutupi wajah, rambut itu dijepit.

Penjepitnya diukir sedemikian rupa. Indah. Bahannya gading, atau tulang . Penemuan tersebut sontak diikuti keranjingan akan rambut gaya klasik. Dan lalu menjelma jadi mode rambut wanita "berkelas" abad pertengahan.

Mode rambut panjang terus menempati kelasemen papan atas, sebelum seorang penari dansa terkenal, Irene Castle (1893-1969) memotong rambut dengan model bob--seperti anak lelaki--ketika perang dunia pertama. Langkah Irene diikuti bintang film Louise Brooks (1906-1985).

Wanita berjuluk Lulu in Hollywood ini digadang-gadang sebagai satu di antara pelopor wanita terkenal berambut pendek. Namun, fenomena perempuan berambut pendek macam lelaki ada di tangan Demi Moore. Lahir dengan nama Demi Gene Guynes di New Mexizo, AS, 11 November 1962.

Dia memakai nama panggung Demi Moore setelah menikah dengan Freddy Moore pada 1980. Bercerai 1985, nama itu tetap dipakainya. Bahkan setelah naik ranjang lagi dengan Bruce Wilis.

Demi Moore memulai karir di dunia hiburan sebagai model. Sebelum merambah layar lebar, ia sempat main di sejumlah serial televisi.

Jika Samson yang dalam kitab Perjanjian Lama dikisahkan kehilangan kekuatan bila rambutnya dicukur, Demi Moore sebaliknya. Gara-gara dia, banyak perempuan yang berani memotong rambut ala pria. Salon-salon menjualnya dengan propaganda: Rambut Demi Moore. (wow/jpnn)

Lainnya dari JPNN

image beaconimage beaconimage beacon