Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Generasi Millenial Lebih Setia Dibanding Orangtuanya

logo Kompas.com Kompas.com 01/08/2017 Lusia Kus Anna

Meski generasi millenial sering dianggap lebih santai dan malas, ternyata mereka memiliki komitmen lebih kuat dalam hubungan dibanding generasi orangtuanya.

Menurut sebuah studi dari Institue for Family Study, sekitar 20 persen orang berusia di atas 55 tahun dilaporkan pernah berhubungan seksual di luar pernikahannya alias selain dengan suami atau istrinya.  Jika dibandingkan dengan generasi yang lebih muda, hanya 14 persen yang melakukannya. 

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media IlustrasiPIXABAY.COM/ALICEABC0

Generasi millenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1997. Ternyata tidak berminat dengan perselingkuhan.

Menurut studi itu, 17 persen orang-orang dari generasi X, yang lahir antara tahun 1964 dan 1981, pernah berhubungan seks dengan orang yang bukan suami atau istrinya. Sementara itu mereka yang berusia kurang dari 37 tahun hanya 12 persen yang memiliki perilaku serupa.

Mengapa millenial sangat setia? Selain mereka adalah orang yang tulus, ternyata ada faktor utama lainnya. Para millenial ini ternyata kurang berpetualang dalam hal seks.

Studi tahun 2015 yang dilakukan oleh Jeen Twenge yang dimuat dalam Archieves of Sexual Behavior menyebut bahwa golongan baby boomers (lahir antara 1946 dan 1964) memiliki pasangan seksual 11 orang dalam hidupnya, sementara millenial sekitar 8 orang.

Baby boomers melalui masa yang disebut "Summer of Love" di tahun 1967, ketika orang-orang berseru untuk "bercinta, jangan berperang". Bukan hanya itu, bertukar pasangan juga lebih biasa di tahun 1970-an, terutama di negara-negara Barat.

Generasi millenial juga tumbuh dengan menonton berita mengenai pelengseran presiden karena skandal seks oral. Mereka akan berpikir bahwa ada konsekuensi sangat berat pada perilaku itu.

Selain itu, dengan maraknya aplikasi semacam Tinder yang memudahkan untuk hookup dengan sekali geser layar ponsel, menarik perhatian lawan jenis tentu tak terlalu menantang lagi dibanding harus datang ke cafe atau bar dan berharap berkenalan dengan orang baru.

Ditambah lagi, generasi millenial juga mayoritas menikah di usia lebih matang. Dengan usia pernikahan yang bergeser lebih matang, mereka pun akan membuat pilihan cerdas dalam pernikahan dan orang yang dipilih memang yang tepat.

Bila generasi millenial belum menemukan jodoh yang tepat, mereka lebih memilih untuk melajang dan hidup bahagia.

"Banyak orang di era saat ini yang menikah karena memang menginginkannya, bukan karena keharusan. Ada pergeseran paradigma yang besar dan berbeda dari pasangan yang menikah beberapa dekade lalu," kata Andrea Syrtash, penulis buku Cheat On Your Husband (With Your Husband): How to Date Your Spouse.

Faktor lainnya adalah media sosial yang baru dikenal baby boomers saat mereka mulai lanjut usia juga membuat hubungan di luar pernikahan terasa menantang. Menurut Pew Research, 8,6 juta baby boomers bergabung dengan Facebook antara Juli 2015 dan Desember 2016.

"Orang berusia di atas 55 tahun mendadak punya pertemanan yang luas. Mereka berupaya bertemu dengan orang yang tidak pernah mereka lihat pada 20 tahun terakhir dan ingin lebih kenal sekarang," kata Maria Avgitidis, pendiri Agape Matchmaking untuk kencan online.

Setelah 30 tahun menikah, pacar di masa SMA kini terlihat lebih menarik.

Meski begitu, kita pun belum tahu akan seperti apa generasi millenial setelah mereka menikah 30 tahun. Apakah pola pikirnya akan berbeda? Lagi pula siapa tahu seks virtual di masa itu akan membuat pasangan seksual mereka tak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. 

Editor: Lusia Kus Anna

Sumber:

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon