Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Sedang Tak Akur dengan Suami, Perbaiki dengan 5 Tips Berikut

logo Tempo.co Tempo.co 22/10/2017 Tempo.co

Pertengkaran dan perselisihan tidak dapat kita hindari dalam sebuah pernikahan. Namun membangun hubungan yang sehat dalam pernikahan lebih mudah daripada yang kita pikir.

Pernikahan adalah tentang kompromi antar pasangan. Suami seringkali merasa kesulitan ketika bertengkar dengan istrinya akibat tidak memahami apa yang diinginkan istri. Berikut ini lima tips yang dapat dilakukan suami untuk memperbaiki hubungan dengan istri seperti yang dikutip Tempo dari Huffington Post.

1. Dengar dan ajukan pertanyaan

Petunjuk akan muncul ketika kita mendengarkan. Pria mungkin akan mengira pikiran wanita seperti teka-teki, namun suami akan menemukan jawabannya dengan fokus pada apa yang ingin disampaikan istri. Jika masih tidak mengerti, ajukan pertanyaan dan lanjutkan percakapan. Coba pahami sudut pandang pasangan dengan mendengarkan, bertanya dan akhirnya memahami.

2. Jangan belikan barang tapi ciptakan memori

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Wanita memang suka perhiasan, namun mereka juga suka mengambil gambar dan membuat memori atau kenangan. Akan lebih baik suami dan istri melakukan kegiatan bersama seperti kelas memasak atau kelas membuat kerajinan yang bisa dilakukan berdua. Pencapaian melakukan sesuatu bersama akan membentuk ikatan yang lebih besar daripada barang apapun yang bisa dibeli.

3. Beri waktu Istri sendiri

Seringkali kesalahan bukan terletak pada suami. Bisa saja istri kecewa atau stres karena sesuatu yang lain, misalnya karena anak-anak atau pun pekerjaan. Hal yang paling penting bagi istri adalah menjernihkan kembali pikirannya dan tenang. Berikan istri ruang dan dia akan menghargai sikap suami.

4. Berpikir sebelum berbicara

Dengan berpikir beberapa detik sebelum berbicara, kita dapat mencegah mengatakan sesuatu yang seharusnya kita katakan. Ketika akan mengatakan sesuatu, khususnya dalam perselisihan, ambil nafas dan waktu sebentar, dan tanyakan pada diri sendiri bagaimana hal ini akan menguntungkan perselisihan atau pertengakaran. Dengan berpikir sebelum berbicara, kita akan lebih bijak untuk mengakhiri perselisihan.

5. Bertindak

Hal ini merupakan langkah yang paling penting. Jangan menunda dan melakukan hal-hal sebelum diminta oleh istri, seperti mencuci piring, membuang sampah, dan tindakan-tindakan kecil lainnya di rumah. Banyak perselisihan dapat terselesaikan dengan bertindak lebih dulu. Istri akan lebih mengapresiasi tindakan suami ketika suami melebihi ekspektasinya.

HUFFINGTON POST | DWI NUR SANTI



Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon