Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kebahagiaan Menurun Kala Usia Injak Kepala Tiga, Mengapa?

logo Kompas.com Kompas.com 05/03/2017 Syafrina Syaaf

Dahulu, peneliti mengadakan penelitian dan menyimpulkan bahwa orang dewasa lebih bahagia dibandingkan anak-anak.

Alasannya, orang dewasa memiliki kebebasan dan kesempatan untuk memenuhi rasa penasaran, seperti misalnya menyetir mobil, memakan semua permen di toko, dan tidur lebih malam untuk menonton televisi.

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science menuliskan, terjadi penurunan kualitas kebahagiaan pada seseorang saat menginjak usia 30-an.

Kondisi ini terjadi karena ambisi dan obsesi orang-orang zaman sekarang pada segala hal yang sifatnya konsumtif.

Periset mengatakan bahwa budaya individualis menciptakan sebuah kebutuhan untuk tidak toleransi pada gangguan dan kesalahan kecil dalam sebuah rencana.

Pemikiran yang demikian terus menerus dan setiap hari membuat beban pikiran yang berubah menjadi stres semakin berkembang serta parah.

Depresi dan kecemasan orang yangterus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 silam, jumlah penderita depresi mencapai paling tertinggi.

Tahun tersebut juga terjadi penurunan pernikahan paling drastis.

Periset percaya bahwa berpasangan dan menikah merupakan pereda stres yang bisa meningkatkan rasa bahagia seseorang.

Studi ini menyarankan agar orang-orang modern tetap mempertahankan pertemanan, bersosialisasi, olahraga, berpikir positif, dan optimis.

Lima hal tersebut dipercaya bisa memberikan semangat dan rasa bahagia pada diri Anda.

Selain itu, periset juga mengungkapkan bahwa menolong seseorang menciptakan pikiran lebih tenang dan bahagia.

Penulis: Kontributor Female, Agustina

Editor: Syafrina Syaaf

Sumber:

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon