Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Anda Siap Menikah jika Sudah Penuhi 7 Kriteria Ini

logo Kumparan Kumparan 16/05/2018 Stephanie Elia
Pernikahan Tika Bravani dan Dimas Aditya © Disediakan oleh Kumparan Pernikahan Tika Bravani dan Dimas Aditya

Kehidupan pernikahan tidaklah seindah dan semudah yang dibayangkan banyak orang. Makna pernikahan jauh lebih 'dalam' dari sekadar rasa bahagia menjadi raja dan ratu sehari di panggung pelaminan. 

Sebelum menikah, ada banyak hal yang harus Anda persiapkan. Mulai dari kesiapan mental, finansial, konsep pesta pernikahan, hingga merencanakan kehidupan rumah tangga yang diinginkan bersama pasangan.

Namun di atas itu semua, kesiapan dan kedewasaan mental Anda (secara pribadi) memegang peranan paling penting.

Pernikahan Derby Romero dan Adinda © Disediakan oleh Kumparan Pernikahan Derby Romero dan Adinda

Sebelum menikah, Anda harus melakukan kroscek terhadap diri sendiri. Secara bathin, telah siap dan cukup dewasakah Anda untuk mengaruhi bahtera rumah tangga berama pasangan?

Kepada kumparanSTYLE (kumparan.com), Psikolog Pingkan C. B. Rumondor, M. Psi., menuturkan sederet skill yang sebaiknya Anda miliki sebelum memutuskan untuk menikah. Apa saja?

1. Mampu berkomunikasi dengan baik

"Tahu bagaimana cara mendengarkan, berbagi pikiran dan perasaan dengan jujur, menahan diri dari mengkritik," ujar Pingkan.

Sejak pacaran, Anda harus mampu mendiskusikan masalah dengan kepala dingin dan secara terbuka bersama pasangan. Tak boleh ada rahasia atau hal yang ditutup-tutupi. 

Jika ada masalah, Anda mampu menyelesaikannya lewat diskusi dan bukan pertengkaran. Komunikasi yang baik dan sehat akan memudahkan Anda mengenal kepribadian dan menghadapi pasangan lebih baik lagi.

2. Mampu menyelesaikan konflik

Jika ada masalah di antara Anda dan pasangan, Anda harus cerdas mengenali 'celah' pasangan. Anda harus peka dan tahu kapan momen tepat untuk membahas masalah sampai ke akarnya.

Dalam setiap diskusi, sampaikan perasaan Anda secara baik, terbuka, dan bahasa yang tidak melukai pasangan. 

"Mampu memaafkan atau meminta maaf," tambah Pingkan. Jika sudah menemukan solusi dan kata sepakat, tutup masalah dan jangan pernah mengungkitnya lagi. 

Karena mengungkit kesalahan pasangan hanya akan merusak dan 'meracuni' hubungan Anda dengan pasangan.

Pernikahan Putri Titian dan Junior Liem © Disediakan oleh Kumparan Pernikahan Putri Titian dan Junior Liem

3. Mengenal pasangan dengan baik

Sebelum menjawab 'yes i do', pastikan bahwa Anda sepenuhnya yakin dan mengenal pribadi pasangan luar dan dalam. 

Pahami karakternya, mengenal kekurangan dan kelebihannya, serta tahu hobi dan hal apa yang membuat pasangan bahagia. 

"Ketahui bagaimana untuk bersenang-senang dengan pasangan, kenali preferensi pasangan, peduli tentang harapan dan mimpi pasangan," tutur Pingkan lagi.

4. Mengenal diri sendiri

Sebelum coba menyelami kepribadian pasangan, Anda wajib mencintai dan mengenal diri sendiri terlebih dahulu. "Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, berjuang untuk menguasai kelemahan diri," tutur anggota Departemen Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara ini, saat dihubungi kumparanSTYLE pada Sabtu (12/5).

Pernikahan Raditya Dika dan Anissa Aziza © Disediakan oleh Kumparan Pernikahan Raditya Dika dan Anissa Aziza

5. Mampu mengelola diri dengan baik

Sebelum bersatu dengan orang lain, Anda juga harus memastikan bahwa diri Anda sendiri sudah berada dalam kondisi siap.

Pastikan Anda sudah mampu mengelola diri secara profesional. "Mengelola uang secara bertanggung-jawab, berolahraga dan tetap sehat, mampu menemukan dan mempertahankan pekerjaan," ujar Pingkan mencontohkan.

6. Peduli dengan kesenangan pasangan

Baik dalam kehidupan percintaan sehari-hari maupun seks. "Bertanya dan peduli tentang bagaimana cara menyenangkan pasangan," jelas Pingkan

Pastikan karakter Anda sudah cukup dewasa untuk tak hanya fokus pada diri sendiri.

Foto Prewedding Raisa dan Hamish (NOTCOV) © Disediakan oleh Kumparan Foto Prewedding Raisa dan Hamish (NOTCOV)

7. Mampu Kelola stres

Saat masalah datang, Anda tak mudah panik dan meluapkan emosi secara membabi buta. Tak semena-mena menyalahkan pasangan, dan sebagainya. Anda harus mampu bersatu dan membangun teamwork yang baik dengan pasangan. 

Skill kelola stres dan emosi yang baik akan membuat Anda semakin akrab dan dekat dengan pasangan.

LAINNYA DARI Kumparan

image beaconimage beaconimage beacon