Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Nyamannya Tinggal di Rumah Kolonial

logo Homify Homify 3 hari lalu Dyah Swastantika - homify

Masih menganggap rumah gaya kolonial itu kuno dan menyeramkan? Itu artinya Anda pendatang baru di situs homify. Sesulit apapun situasi dan kondisi tempat tinggal kita, sedikit kejelian akan membuat semuanya lebih baik. Bersama homify kita akan mengetahui apa yang telah dilakukan masyarakat di luar sana untuk hidup tentram. Mana cara terbaik, kitalah yang memutuskan. Seringkali cara itu merupakan intisari dari berbagai inspirasi yang berbeda. 

Sebuah rumah kolonial di tengah ladang anggur di Tuscany, Italia, adalah tempat perhentian kita. Melalui tangan dingin Zenno Pucci + Architects, rumah lama jadi baru tanpa banyak mengubah struktur asli. Tua tapi modern, begitulah tepatnya. 

Daya tarik kontemporer yang terasa di rumah ini adalah hasil dari linier internal dan volume proporsional baik, dengan lantai parket untuk area tamu dan marmer untuk area relaksasi pada lantai dasar, ditambah dinding yang ditutup dengan panel kayu, furnitur kayu antik dan elemen hias penuh warna. Semua ruangan di rumah ini bercirikan gaya industrial dengan geometri linier. 

1. Fasad depan dan sekitarnya

homify / Zeno Pucci+Architects: Rumah by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Rumah by Zeno Pucci+Architects

Rumah ini berdiri dengan damai dikelilingi panorama hijau, dengan dinding yang berwarna putih dan abu-abu gelap. Atap gaya tradisional menaungi seluruh rumah dengna bagian dalam yang dicat putih. Dari luar, rumah ini tampak seperti rumah kolonial pada umumnya yang telah dicat ulang. Semua jendela dan pintu masih merupakan bawaan asli rumah. Sedangkan balkon telah direnovasi dengan gaya modern. 

2. Ruangan terbuka

homify / Zeno Pucci+Architects: Ruang Keluarga by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Ruang Keluarga by Zeno Pucci+Architects

Rumah kolonial biasanya memiliki banyak ruangan untuk tiap fungsi yang berbeda. Kita tak bisa melihat ada apa atau siapa di ruangan sebelah, sehingga rasa tak nyaman biasa timbul apalagi pada malam hari. Rasa tak nyaman ini bisa jadi gejala anxiety syndrome (sindrom kecemasan) yang sering dialami manusia modern akibat tuntutan hidup semakin tinggi. Menghilangkan dinding-dinding yang memisahkan ruangan bisa membantu kita meredakan rasa tak nyaman ini. 

Rumah ini sudah cukup luas. Namun ruang tamu, ruang makan dan dapur diatur dalam satu ruangan agar pandangan jadi lebih bebas tanpa halangan. Sofa besar empuk senada dengan warna tirai krem dan lantai parket. Satu sofa ditampilkan dengan warna hijau sebagai penarik perhatian di ruangan ini. 

Baca juga: 

24 Inspirasi Ruang Terbuka Seluas 60 Hingga 100 m²

3. Area makan

homify / Zeno Pucci+Architects: Ruang Makan by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Ruang Makan by Zeno Pucci+Architects

Di area makan ada dua jendela yang tampaknya merupakan bentuk jendela asli atau bawaan rumah. Demikian juga lemari antik yang ada di sudut ruangan. Lampu gantung di atas meja makan gaya klasik sudah menjadi elemen hias yang menarik, pusat perhatian di ruangan ini. Area ini juga menggunakan lantai parket dan kelambu berwarna krem. Keanggunan klasik yang berpadu dengan sentuhan modern. 

4. Ruang multimedia modern

homify / Zeno Pucci+Architects: Ruang Multimedia by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Ruang Multimedia by Zeno Pucci+Architects

Anak-anak muda menghabiskan banyak waktu untuk bermain video game. Sementara para orang tua ingin nonton siaran berita atau sepak bola. Daripada ribut karena berebut televisi, lebih baik sediakan ruangan khusus buat dua golongan usia ini. Beda dengan ruangan sebelumnya, unsur klasik hampir tidak terlihat di sini. Ruang multimedia ini menonjol berkat rak kayu kustom yang menutup seluruh bagian dinding. Ceruk-ceruk yang diterangi lampu  di dinding menjadi elemen hias praktis karena juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan. 

5. Ruang kecil untuk berpikir

homify / Zeno Pucci+Architects: Tangga, Lorong & Koridor by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Tangga, Lorong & Koridor by Zeno Pucci+Architects

Bukan hanya tubuh, otak juga perlu makan lho. Sebuah sudut di lantai atas dimanfaatkan sebagai ruang baca terbuka yang bisa diakses siapa saja. Buku-buku ditata rapi dalam rak besar, lalu sebuah kursi ditempatkan dekat jendela. Pencahayaan area ini sangat diperhatikan agar aktivitas membaca menjadi nyaman dan semua orang di rumah tertarik untuk membaca setiap hari. 

6. Kamar mandi full modern

homify / Zeno Pucci+Architects: Kamar Mandi by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Kamar Mandi by Zeno Pucci+Architects

Meski luarnya kuno, ternyata dalamnya modern! Desainer mengganti seluruh furnitur kamar mandi lama, membuat siapapun nyaman menggunakannya. Meja wastafel gantung dengan backsplash mosaik adalah elemen kamar mandi modern yang berestetika, juga mudah dibersihkan. Agar tercipta kesinambungan dengan area rumah lainnya, dinding dicat putih dan abu-abu lengkap dengan lantai keramik beraksen kayu. 

7. Kamar tidur penuh kedamaian

homify / Zeno Pucci+Architects: Kamar Tidur by Zeno Pucci+Architects © homify / Zeno Pucci+Architects Kamar Tidur by Zeno Pucci+Architects

Putih adalah warna yang pertama kali kita lihat saat lahir, warna kemurnian dan kesucian. Suasana hati yang muram akan membaik saat melihat warna putih, sehingga tidur pun akan nyenyak sampai pagi. Di kamar tidur ini lampu putih di balik lemari menimbulkan efek bayangan unik. Elemen hias sederhana yang dalam dampaknya, membuat kamar tidur ini selalu dirindukan oleh pemiliknya setiap hari.

Lainnya dari Homify

image beaconimage beaconimage beacon