Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Penyebab Putus yang Paling Menyakitkan

logo Kompas.com Kompas.com 13/09/2017 Lusia Kus Anna

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media IlustrasiThinkstockphotos

Penolakan memang menyakitkan. Tetapi, rasanya dua kali lipat lebih berat jika alasan ditolak atau putus itu karena adanya orang ketiga yang dianggap lebih baik.

Perasaan ditolak itu tidak hanya berlaku untuk sebuah hubungan antara dua orang, tapi juga dalam hal penolakan saat melamar pekerjaan.

"Bahkan orang yang kita anggap beruntung pun pernah tidak dipilih untuk sebuah pekerjaan, kencan, atau persahabatan yang diinginkan. Walau tidak ada orang yang suka ditolak, tetapi penolakan ini bervariasi dan efek tersakitinya juga berbeda-beda," kata peneliti dari Universitas Cornell.

Dalam penelitiannya, tim psikolog itu mengamati dua jenis penolakan. Yang pertama adalah karena ada orang lain yang sudah dipilih. Jenis kedua adalah tidak orang lain, hubungan hanya tidak bisa dilanjutkan karena alasan lain, misalnya memang ingin sendiri atau posisi yang ditawarkan dibatalkan.

Penelitian itu melibatkan 600 orang. Ternyata, mayoritas orang mengatakan mereka merasa lebih sakit hati ketika alasan ditolaknya adalah karena ada orang lain yang dipilih.

"Penolakan semacam itu memicu perasaan tersisih dan menurunkan rasa keterlibatan," kata peneliti dalam laporannya di Personality and Social Psychology Bulletin.

Walau seseorang tidak diberi tahu mengapa ia ditolak, namun umumnya mereka akan mencari tahu penyebabnya. Biasanya mereka akan merasa lebih baik jika ternyata tidak ada orang ketiga.

         

Editor: Lusia Kus Anna

Sumber:

Copyright Kompas.com

Lainnya dari Kompas.com

image beaconimage beaconimage beacon