Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

11 Desain Ubin Sempurna Untuk Teras dan Halaman

logo Homify Homify 18/10/2017 Dyah Swastantika

Kita sering mengira bahwa dekorasi atau furnitur yang membuat teras dan halaman belakang kita memukau siapapun yang memandangnya. Namun ada hal penting lain untuk membentuk kesan yang kita inginkan, yaitu flooring atau alasnya. Ada banyak pilihan yang tersedia jika berbicara tentang flooring. Melalui buku ide ini kami akan menunjukkan 11 desain flooring yang akan membuat Anda ingin memilikinya.  

1. Batu alam

homify / Taller Estilo Arquitectura: Taman by Taller Estilo Arquitectura © homify / Taller Estilo Arquitectura Taman by Taller Estilo Arquitectura

Batu alam adalah alternatif menawan untuk halaman belakang. Di Indonesia, jenis batu alam yang populer untuk keperluan eksterior adalah batu andesit. Belakangan ini terjadi kenaikan harga batu andesit yang cukup signifikan akibat beberapa hal. Kami sarankan agar Anda membeli batu andesit di lokasi yang paling dekat dengan rumah, agar biaya pembangunan tidak semakin membengkak. 

2. Lantai keramik untuk teras atap

homify / MAAD arquitectura y diseño: Teras by MAAD arquitectura y diseño © homify / MAAD arquitectura y diseño Teras by MAAD arquitectura y diseño

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah luasnya area yang hendak ditutup dengan lantai, dan di mana area itu berada. Lantai keramik adalah bahan yang cocok untuk berbagai area, baik di halaman belakang atau pun teras atap, seperti yang kita lihat pada contoh ini. Lantai keramik untuk area eksterior biasanya memiliki ciri-ciri permukaan yang kasar dan tidak mengilap, sehingga tidak licin saat hujan. 

3. Lantai keramik bermotif batu

homify / Loyola Arquitectos: Teras by Loyola Arquitectos © homify / Loyola Arquitectos Teras by Loyola Arquitectos

Kami merekomendasikan lantai berwarna gelap sebagai flooring area eksterior. Alasannya, warna terang (apalagi putih) akan memantulkan cahaya sehingga kurang nyaman dilihat karena akan menyilaukan mata. Lantai berwarna abu-abu seperti contoh adalah salah satu pilihan terbaik. 

4. Ubin tanah liat

homify / Artigas Arquitectos: Teras by Artigas Arquitectos © homify / Artigas Arquitectos Teras by Artigas Arquitectos

Ubin tanah liat adalah alternatif flooring eksterior yang menarik karena bisa menghasilkan nuansa rustic. Pada contoh, ubin tanah liat dipasang dengan jarak sekitar 2 cm satu sama lain. Sela-sela di antara ubin dihias dengan batu-batu kecil yang direkatkan dengan semen. Hasilnya? Wow! 

Di Indonesia, ubin tanah liat cukup mudah ditemukan bahkan telah ditawarkan di beberapa situs online. Ukuran ubin tanah liat cukup bervariasi, tergantung produsen atau pabriknya. Salah satu produsen menawarkan ubin tanah liat dalam tiga ukuran, yaitu 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, dan 30 x 30 cm dengan harga sekitar Rp 180 ribu per meter persegi. 

5. Lantai yang mendukung gaya

homify / Arq. Bernardo Hinojosa: Teras by Arq. Bernardo Hinojosa © homify / Arq. Bernardo Hinojosa Teras by Arq. Bernardo Hinojosa

Sebelum memutuskan mengganti lantai teras atau patio (halaman belakang), penting untuk menentukan jenis lantai yang sesuai dengan selera maupun bujet. Lantai keramik, misalnya, ditawarkan dalam beragam motif dan warna. Ada lantai keramik mirip kayu, batu, bahkan marmer. Harga lantai keramik juga relatif terjangkau dan mudah didapatkan di mana saja Anda berada. 

6, Batu dan rumput

homify / Terra: Taman by Terra © homify / Terra Taman by Terra

Jalan setapak di tengah taman adalah alternatif flooring untuk mencegah tanaman cantik peliharaan kita rusak karena terinjak. Batu alam dan rumput merupakan desain yang bisa dipilih jika Anda menginginkan sentuhan alami pada jalan setapak. Usahakan agar batu alam sejajar dengan permukaan tanah dan rumput di jalan setapak selalu terpotong rapi agar tidak mengganggu kenyamanan orang yang berjalan di atasnya. Pilih jenis rumput gajah mini yang lebih tahan terhadap beban. 

7. Batu kerikil atau batu koral?

homify / Rousseau Arquitectos: Teras by Rousseau Arquitectos © homify / Rousseau Arquitectos Teras by Rousseau Arquitectos

Menutup halaman belakang dengan batu kerikil atau batu koral bisa dilakukan oleh mereka yang tidak punya banyak waktu untuk memotong rumput atau merawat tanaman. Perbedaan batu kerikil dan batu koral adalah, bentuk batu kerikil lebih kecil dan tajam daripada batu koral. Harga batu kerikil pun lebih murah daripada batu koral. Namun penampilan batu koral memang lebih menarik dan tersedia dalam berbagai variasi warna dan bentuk. Potongan papan bisa digunakan sebagai jalan setapak seperti contoh. 

8. Batu alam dengan ukuran berbeda

homify / Arki3d: Teras by Arki3d © homify / Arki3d Teras by Arki3d

Gambar berikut adalah halaman belakang yang juga menggunakan flooring batu alam. Perbedaan terletak pada ukuran batu alam yang digunakan. Seperti yang telah kami ungkap sebelumnya, batu andesit adalah jenis batu alam yang paling populer digunakan untuk keperluan eksterior (dan interior) di Indonesia. Berikut akan kami bocorkan sedikit informasi mengenai harga batu andesit eksterior agar bisa menjadi bahan referensi Anda. 

Harga batu andesit eksterior ditentukan berdasarkan ukuran, ketebalan, dan jenis batu andesit itu sendiri. Jenis batu andesit yang paling murah adalah batu alam andesit polos bakar ukuran 10 x 10 x 1, 4 cm seharga Rp 75 ribu per meter persegi. Tak jauh berbeda dengan harga batu alam candi polos ukuran 10 x 20 x 1, 4 cm, yaitu Rp 78 ribu per meter persegi. Semakin besar ukuran batu alam, semakin mahal pula harganya per meter persegi. 

9. Dek kayu

homify / Serrano Monjaraz Arquitectos: Teras by Serrano Monjaraz Arquitectos © homify / Serrano Monjaraz Arquitectos Teras by Serrano Monjaraz Arquitectos

Kayu adalah material fantastis untuk eksterior dan interior. Saat ini lantai kayu outdoor yang tersedia di pasaran terbuat dari kayu ulin, merbau, dan bengkirai. Tiga jenis kayu ini sudah teruji ketahanannya terhadap cuaca dan waktu. Teras dek kayu akan menampilkan suasana alami dan tidak panas di kaki saat terpapar sinar matahari langsung. Meski demikian, harga lantai kayu cukup mahal. Contohnya lantai kayu ulin harganya bisa mencapai Rp 550 ribu per meter persegi. Selain itu, lantai kayu memerlukan pemeliharaan khusus. 

10. Rumput artifisial

homify / Cesped Artificial Eurotuft © homify / Cesped Artificial Eurotuft homify / Cesped Artificial Eurotuft

Inilah flooring yang pas untuk mendapatkan suasana dan tampilan hijau alami di pekarangan tanpa repot memelihara rumput. Rumput artifisial atau rumput sintetis juga menjadi solusi untuk menghemat penggunaan air di beberapa tempat di mana cadangan air tidak banyak, atau mengering akibat musim kemarau. 

11. Gabungan

homify / Studio Earthbox: Teras by Studio Earthbox © homify / Studio Earthbox Teras by Studio Earthbox

Gambar terakhir dari kami menyajikan contoh flooring eksterior yang menggabungkan semua unsur di atas, yaitu kayu, rumput artifisial, dan batu koral. Teras atap sempit ini jadi menarik berkat permainan warna dan tekstur yang ditampilkan. 

Lainnya dari Homify

image beaconimage beaconimage beacon