Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Meski Bernutrisi, Ini Beragam Risiko Makan Daging Babi Bagi Kesehatan

logo HelloSehat HelloSehat 6 hari lalu Novi Sulistia Wati

Berbeda dengan daging celeng, daging babi merupakan daging yang diperoleh dari hasil peternakan babi, seperti halnya dengan peternakan ayam, sapi, kambing, dan juga hewan lainnya yang biasa diternakkan. Kandungan gizi yang tinggi dan rasanya yang lezat membuat daging babi jadi salah satu makanan yang paling banyak diolah di seluruh dunia.

Sayangnya, meski daging babi bernutrisi, ada beberapa risiko yang mungkin muncul bila Anda tidak hati-hati saat mengonsumsi babi. Apa saja risiko makan daging babi yang harus diwaspadai? Simak ulasannya berikut ini.

Perhatikan hal-hal ini sebelum makan daging babi

Hasil penelitian yang diterbitkan oleh Consumer Reports menyebutkan bahwa daging babi punya risiko kontaminasi bakteri berbahaya, yaitu Yersinia enterocolitica. Pada manusia, bakteri inimenyebabkan demam dan penyakit saluran pencernaan. Gejalanya yaitu diare, muntah, dan kram perut.

Selain itu, daging babi juga cukup sulit dicerna. Saat Anda makan daging babi, dibutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mencerna setiap potongannya. Karena itu, konsumsi daging babi bisa memperlambat proses pencernaan tubuh.

Namun, masih ada beberapa risiko lainnya yang perlu Anda waspadai sebelum makan daging babi. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Risiko kanker dari daging babi kemasan

a piece of meat on a cutting board with a cake © Provided by Hello Health Group Pte. Ltd.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, daging babi olahan yang dikemas seperti ham, bacon, dan sosis bisa menjadi salah satu pemicu kanker. Periset menemukan bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan babi setiap hari bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal, merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum.

Penyakit hati

Selain menyebabkan kanker kolorektal, sebuah studi telah menemukan bukti kuat antara konsumsi daging babi dan penyakit hati. Hal ini disebabkan oleh senyawa N-nitroso, yang banyak ditemukan pada produk daging babi olahan yang dimasak pada suhu tinggi.

Hepatitis E

Produk daging babi, terutama hati babi seringkali membawa virus hepatitis E yang dapat menyebabkan komplikasi parah, hingga berisiko menyebabkan kematian. Anda yang kurang bersih ketika mengolah dan memasak daging babi lebih rentan terinfeksi virus hepatitis E. 

Cacingan

Makan daging babi mentah atau belum matang yang sudah terkontaminasi larva cacing trichinella bisa menyebabkan cacingan atau penyakit trikinosis. Anda mungkin mengalami sakit perut, diare, kelelahan, mual dan muntah. Bahkan, seminggu setelah makan babi yang terinfeksi, cacing betina dewasa sekarang di dalam tubuh Anda menghasilkan larva yang memasuki aliran darah Anda dan akhirnya masuk ke otot atau jaringan lainnya.

Begitu serangan jaringan ini terjadi, gejala trikinosis meliputi sakit kepala, demam tinggi, kelemahan umum, sakit otot dan nyeri tekan, mata merah muda (konjungtivitis), sensitivitas terhadap cahaya, dan pembengkakan kelopak mata atau wajah.

Cara menghindari risiko makan daging babi

Sebenarnya makan daging babi tidak dilarang sepenuhnya bagi kesehatan. Namun, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini sebelum mengolah, memasak, atau mengonsumsi daging babi agar tetap aman bagi tubuh Anda. 

  • Pilih daging babi segar, bukan yang olahan dan sudah dikemas di pabrik untuk menghindari risiko kanker.
  • Saat memasak daging babi, gunakan termometer daging untuk memastikan suhu itu mencapai suhu yang tepat, yang dapat membunuh bakteri berbahaya. Pastikan Anda memasak sampai suhu paling tidak 71 derajat Celsius.
  • Pisahkan daging babi dengan makananmentah lainnya di dapur untuk menghindari kontaminasi.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air yang mengalir setelah memegang daging babi.

Pilih daging babi dan produk daging lainnya yang diternak tanpa menggunakan obat-obatan. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membeli babi organik bersertifikat, dari babi yang dibesarkan tanpa antibiotik atau ractopamine.

The post Meski Bernutrisi, Ini Beragam Risiko Makan Daging Babi Bagi Kesehatan appeared first on Hello Sehat.

Lainnya dari HelloSehat

image beaconimage beaconimage beacon