Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Lulusan Harvard Ini Teliti Musik untuk Atasi Depresi

logo Republika.co.id Republika.co.id 12/01/2018 Andi Nur Aminah

Apakah Anda pernah merasa merinding, membuat semua rambut di lengan berdiri ketika mendengarkan sebuah lagu? Matthew Sachs, seorang lulusan Universitas Harvard tahun lalu mempelajari individu yang merinding karena musik untuk melihat bagaimana hal tersebut terjadi.

Dilansir Independent, penelitian tersebut melibatkan 20 siswa, 10 di antaranya mengaku merasa merinding sementara sisanya tidak. Sachs pun melakukan pemindaian otak dari 20 siswa itu.

Ia menemukan bahwa mereka yang berhasil membuat keterikatan emosional dan fisik terhadap musik sebenarnya memiliki struktur otak yang berbeda dibanding mereka yang tidak merasakannya. Mereka cenderung memiliki volume serabut yang lebih padat sebagai penghubung korteks pendengaran dan area yang memproses emosi. Itu artinya, antara pendengaran dan emosi dapat berkomunikasi lebih baik.

Mendengarkan musik © Mentalfloss Mendengarkan musik

Temuan Sachs ini telah dipublikasikan di Oxford Academic. Meski penelitian yang dilakukan berukuran kecil, saat ini Sachs sedang melakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian terbarunya akan dilakukan untuk melihat aktivitas otak saat mendengarkan lagu.

Dengan begitu, ia berharap bisa mempelajari secara neurologis apa yang menyebabkan reaksi tersebut terjadi. Bahkan, bisa memanfaatkan musik sebagai pengobatan untuk gangguan psikologis. "Anda bisa menggunakan musik dengan dengan terapis untuk mengeksplorasi perasaan," ujar dia.

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon