Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Mengenali Gejala Cerebral Palsy Pada Bayi

logo HelloSehat HelloSehat 18/05/2017 Risky Candraswari

Cerebral palsy  atau yang disebut dengan lumpuh otak adalah kelainan yang mempengaruhi otot, saraf, gerakan, dan kemampuan motorik seseorang untuk bergerak secara terkoordinasi dan terarah. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi sebelum atau selama kelahiran bayi, bahkan bisa juga saat anak usia 3 sampai 5 tahun.

Apa saja gejala cerebral palsy?

Gejala cerebral palsy berkisar dari ringan hingga berat dan biasanya tidak begitu jelas untuk diamati setelah bayi lahir. Gejala ini juga bervariasi tergantung dari bagian otak yang terkena. Beberapa kasus bisa hanya mempengaruhi satu sisi tubuh dan ada juga bahkan yang mempengaruhi seluruh tubuh.

© Provided by Hello Health Group Pte. Ltd.

Namun umumnya, gejala utama cerebral palsy adalah adalah adanya masalah dengan gerakan, koordinasi, dan perkembangan si bayi. Berikut ini adalah beberapa gejala cerebral palsy:

  • Adanya keterlambatan perkembangan pada bayi, misalnya belum bisa duduk saat usia sudah memasuki 8 bulan atau tidak bisa berjalan saat usia sudah 18 bulan
  • Pergerakan lengan dan kaki yang abnormal
  • Masalah koordinasi otot yang buruk sehingga sulit untuk melakukan gerakan yang tepat
  • Pembentukan otot yang abnormal
  • Tremor – adanya gerakan yang tidak terkontrol ataupun terkendali pada bagian tubuh tertentu
  • Kekakuan pada otot dengan pergerakan yang kaku, terutama pada kaki, tangan, dan punggung
  • Hanya menggunakan satu sisi tubuh untuk melakukan aktivitas, misalnya meraih barang dengan menggunakan satu tangan
  • Cara berjalan yang tidak normal, contohnya berjalan dengan kaki menyilang seperti gunting, berjinjit, ataupun mengangkang

Selain masalah koordinasi dan gerakan tubuh, umumnya seseorang yang mengalami cerebral palsy juga mengalami beberapa gejala gangguan saraf, di antaranya

  • Kesulitan berbicara ataupun komunikasi
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan penglihatan seperti mata juling
  • Gangguan kecerdasan seperti ketidakmampuan anak untuk belajar
  • Gangguan mental
  • Mengalami inkontinensia urin atau kesulitan untuk mengendalikan kandung kemih sehingga sulit untuk menahan air kencing
  • Memiliki respon yang abnormal terhadap sentuhan atau rasa nyeri
  • Gangguan makan pada bayi seperti kesulitan menelan (disfagia)
  • Mengeluarkan air liur terus menerus atau “mengences”
  • Kelainan pada bentuk tulang, khususnya pada tulang pinggul dan tulang belakang (skoliosis)
  • Mudah mengalami dislokasi atau cedera pada sendi
  • Mengalami penyakit asam lambung

Apa penyebab cerebral palsy?

Cerebral palsy disebabkan oleh kelainan pada perkembangan dan  kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Kerusakan otak biasanya terjadi  sebelum kelahiran, tapi bisa juga terjadi saat kelahiran atau tahun-tahun  pertama kehidupan si kecil. Dalam kebanyakan kasus, penyebab pasti cerebral  palsy tidak diketahui. Namun beberapa penyebab yang umumnya terjadi biasanya  meliputi:

  • Kekurangan oksigen ke otak selama persalinan
  • Kelahiran prematur
  • Sakit kuning parah pada bayi
  • Infeksi ibu seperti campak, herpes simpleks Jerman, rubella, sifilis, dan lain sebagainya
  • Infeksi otak, seperti ensefalitis dan meningitis
  • Perdarahan yang terjadi di otak
  • Cedera kepala akibat kecelakaan mobil, jatuh, atau pelecehan anak

Bagaimana cara mendiagnosis cerebral palsy?

Cerebral palsy dapat didiagnosis sangat dini pada bayi yang diketahui berisiko mengalami kondisi ini karena kelahiran prematur atau masalah kesehatan lainnya.  Namum umumnya jika bayi tidak mengalami faktor risiko yang menyebabkan cerebral palsy, akan sulit melakukan diagnosisnya.

Bahkan dalam beberapa kasus, hasil diagnosis cerebral palsy baru bisa diketahui setelah dokter melihat adanya keterlambatan dalam perkembangan bayi seperti terlambat duduk, berjalan, dan berbicara. Tingkat keparahan penyakit ini baru bisa diketahui jelas saat anak berusia tiga sampai empat tahun.

Untuk memastikan diagnnosis, dokter biasanya akan melakukan serentetan tes seperti tes darah, CT Scan, MRI, USG, EMG, dan lain sebagainya. Tidak ada obat untuk celebral palsy, namun perawatan, terapi, peralatan khusus dapat membantu anak-anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Lainnya dari HelloSehat

image beaconimage beaconimage beacon