Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Suami dengan Pernikahan Harmonis Cenderung Lebih Sehat

logo Republika.co.id Republika.co.id 12/10/2017 Yudha Manggala P Putra

Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang membangun hubungan rumah tangga yang harmonis selama bertahun tahun cenderung memiliki tingkat kolesterol dan tekanan darah yang lebih baik. Sebaliknya, pria yang rumah tangganya berantakan didapati mengalami gangguan pada dua hal tersebut.

Penelitian tersebut melibatkan 600 pria di Inggris. Pengamatan dilakukan dalam dua masa waktu yang berbeda. Partisipan diamati sejak anak mereka berumur 3 tahun dan 9 tahun.

Partisipan diminta untuk mendeskripsikan kualitas hubungan mereka dalam beberapa kategori. Mulai dari konsisten baik, konsisten buruk, membaik, atau memburuk. Berselang 12 tahun kemudian, tim peneliti mengukur tingkat kesehatan para peserta.

Keluarga harmonis/ilustrasi © mailonline Keluarga harmonis/ilustrasi

Mereka menganalisis beberapa indikator kesehatan. Seperti tekanan darah, detak jantung, berat badan, kolesterol, dan gula darah. Indikator tersebut merupakan faktor yang terkait dengan risiko potensi penyakit kardiovaskular.

Pria yang mendeskripsikan perkawinan mereka membaik, memiliki tingkat kolesterol yang lebih baik dan berat badan yang lebih proporsional. Sedangkan kelompok "memburuk" menunjukkan tekanan darah yang semakin tidak sehat.

Perubahan yang tidak terlalu signifikan terjadi pada mereka yang merasa hubungannya konsisten baik atau konsisten buruk. Menurut tim peneliti, hal tersebut disebabkan karena pembiasaan terhadap situasi yang mereka hadapi.

Namun demikian, peneliti menegaskan bahwa penelitian mereka hanya bersifat observasional. Yang artinya hasil penelitian tidak dapat ditelan mentah mentah. Tidak ada jaminan bahwa hubungan yang baik berbanding lurus dengan tingkat kesehatan seseorang.

Satu hal yang menjadi catatan dalam penelitian ini, bahwa partisipan penelitian merupakan pria yang masih tergolong muda. Sehingga risikokesehatan mereka masih sangat relatif untuk dapat disimpulkan.

Selain itu, peneliti juga menyarankan agar pasangan yangmemiliki hubungan yang memburuk agar segera melakukan konseling. Dengan tujuanmenjaga kesehatan fisik dan psikologis.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pria yang menikah, secara rata rata, memiliki risiko yang lebih rendah untuk penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke.

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon