Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Pakar Anjurkan Tak Makan Burger Bersama Kentang

logo Republika.co.id Republika.co.id 13/11/2017 Indira Rezkisari

Saat makan di restoran cepat saji, sebagian pelanggan cenderung memesan paket komplit berupa hamburger dan kentang. Emily Field, pakar nutrisi dari St Louis, Missouri, Amerika Serikat, tidak terlalu menganjurkannya.

Field menawarkan opsi yang lebih menguntungkan dan mengenyangkan bagi tubuh, yaitu memesan dua buah hamburger tanpa kentang. Saran tersebut ia sampaikan berdasarkan pertimbangan keseimbangan kandungan gizi yang didapatkan.

"Setiap porsi menu yang diasup sebaiknya mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Roti dan daging pada burger mengandung  ketiganya," ujar Field, seperti dikutip dari laman Mirror.

Kentang Goreng dan Burger © Getty Images Kentang Goreng dan Burger

Sementara, seporsi kentang goreng yang biasa disandingkan dengan hamburger hanya mengandung karbohidrat dan lemak. Kentang kurang mengandung protein yang membuat seseorang merasa kenyang dalam waktu lama, sehingga membuat perut cepat kembali lapar.

Satu porsi hamburger biasa mengandung 13 gram protein dan 16 gram untuk burger keju, sementara kentang goreng ukuran medium hanya mengandung 3,3 gram protein. Field menganjurkan untuk mengganti kentang dengan hamburger kedua untuk menggandakan asupan protein.

Memilih dua burger daripada paket satu burger dan seporsi kentang akan membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Artinya, seseorang tidak akan cepat kembali lapar dan berhenti mencari cemilan kurang sehat hanya dalam beberapa jam setelah makan.

Ditinjau dari asupan kalori bagi tubuh, hamburger juga lebih baik dari kentang goreng. Kentang goreng ukuran medium di salah satu restoran cepat saji mengandung 337 kalori, sementara hamburger mengandung 250 kalori dan burger keju 301 kalori.

Lainnya dari Republika.co.id

Republika.co.id
Republika.co.id
image beaconimage beaconimage beacon