Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Vinales sempat mengira sulit berduet dengan Rossi

logo motorsport.commotorsport.com 18/12/2017 Oriol Puigdemont
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing © Motorsport Network Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing

Setelah dua musim memperkuat Suzuki, Vinales pindah ke Yamaha pada awal 2017. Pembalap Spanyol itu bahkan langsung menggebrak sebagai kandidat favorit juara, menyusul performa impresif selama tes pramusim MotoGP.

Meski berhasil memenangi tiga dari lima balapan pertama, sinar Vinales semakin meredup. Yamaha YZR-M1 2017 diterpa berbagai masalah, dan penggunaan tipe sasis berbeda pun dilakukan untuk mengatasi masalah grip belakang.

Vinales akhirnya harus puas menempati peringkat ketiga klasemen akhir pembalap, di belakang juara dunia Marc Marquez dan runner-up Andrea Dovizioso. Namun, ia berhasil mengalahkan Rossi yang satu kali absen balapan di Misano.

Dibandingkan duet Rossi dan mantan rekan setim Jorge Lorenzo yang panas, hubungan Vinales dan The Doctor cenderung adem ayem. Ia mengungkapkan, walau tim dilanda masalah, kedua pembalap saling menghormati.

“Sejujurnya, saya berpikir, bahwa memiliki Rossi sebagai rekan setim akan lebih sulit,” tutur Vinales kepada Motorsport.com.

“Kami telah mengelola situasi cukup baik. Kami menghormati satu sama lain, dan dalam situasi yang kami alami, itu sangat penting.”

Kendati demikian, Vinales membantah Yamaha mengabaikan kebutuhannya untuk memberi paket yang lebih sesuai kepada Rossi. Ia menyoroti dapat mengimbangi pembalap berusia 38 tahun ini sepanjang musim, baik ketika motor berkinerja baik ataupun bermasalah.

“Ketika motor bekerja, kami berdua ada di sana. Dalam balapan di mana salah satu dari kami menjalani hari baik, yang satu juga merasakannya,” imbuh Vinales.

“Saya tidak menyalahkan Yamaha untuk apapun. Tim telah memberikan 100%, dan itu tidak berubah.

“Saya akan mengatakan, bahwa separuh dari situasi itu adalah Honda dan Ducati melakukan pekerjaan yang baik, dan separuh lainnya merupakan kekurangan kami sendiri.”

Lainnya dari motorsport.com

image beaconimage beaconimage beacon