Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

5 Pemain Muda Terburuk di Liga Inggris

logo Liputan 6 Liputan 6 16/04/2017

Wayne Rooney merupakan salah satu pemain muda terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Dia didatangkan Manchester United (MU) dari Everton pada Agustus 2004 dengan mahar 25 juta pounds atau senilai dengan Rp 485 miliar.

Manajer MU ketika itu, Sir Alex Ferguson tertarik merekrut bocah yang lahir di pinggiran kota Liverpool tersebut. Saat didatangkan ke Stadion Old Trafford, Rooney masih berusia 18 tahun.

Meski masih belia, Ferguson sering menurunkannya sebagai pemain inti Setan Merah (julukan MU). Kepercayaan Ferguson dibalas dengan manis oleh Wazza, sapaan akrab Rooney, dia berhasil mencetak 11 gol dari 29 penampilan pada musim pertamanya di Liga Inggris bersama MU.

Nama Rooney mulai meroket di Old Trafford pada 28 September 2004. Dia melakukan debut untuk Setan Merah saat menghadapi Fenerbahce di ajang Liga Champions. Pria yang kini berusia 28 tahun itu mencetak tiga gol, atau hattrick ke gawang Fenerbahce. Rooney membuat Setan Merah menang telak 6-2.

Berbanding terbalik dengan Rooney, ada lima pemain muda yang kariernya meredup di Liga Inggris. Siapa saja mereka? Simak di halaman selanjutnya.

Federico Macheda berhasil mencetak sebuah gol yang mengantar Manchester United meraih kemenangan saat debutnya melawan Aston Villa. Namun karier stiker Italia ini tidak panjang bersama MU karena gagal mendapatkan tempat utama. (AFP/Andrew Yates) © Disediakan oleh PT Kreatif Media Karya Federico Macheda berhasil mencetak sebuah gol yang mengantar Manchester United meraih kemenangan saat debutnya melawan Aston Villa. Namun karier stiker Italia ini tidak panjang bersama MU karena gagal mendapatkan tempat utama. (AFP/Andrew Yates)

Federico Macheda berhasil menembus skuat utama Setan Merah (sebutan MU) pada 2008. Dia pemain muda yang tampil sangat impresif di awal kariernya bersama MU.

Pada April 2009, saat usianya masih 17 tahun, dia mendapat kesempatan bermain sebagai pemain pengganti dalam dua laga bersama tim besutan Sir Alex Ferguson. Macheda berhasil mencetak gol di laga melawan Aston Villa dan Sunderland.

Namun, sihir striker asal Italia itu tidak berlanjut. Macheda malah kesulitan menemukan sinarnya di Old Trafford Stadium. Pada 2011, atas saran Ferguson, dia setuju bermain di Liga Italia bersama Sampdoria sebagai pemain pinjaman.

"Sir Alex Ferguson memberitahu saya bahwa menerima pinjaman tidaklah buruk karena itu bisa membantu Anda tetap fit di musim berikutnya,” ujarnya kepada The Sun.

Tapi, Macheda akhirnya menyadari kalau hal itu malah memperburuk kariernya di Old Trafford. Macheda angkat kaki dari MU pada 2014. "Saya tidak tahu mengapa saya pergi ke Italia. Itu adalah kesalahan terbesar dalam karier saya. Saya harusnya bertahan di Inggris."

"Saya memang ingin bermain di Serie A. Tim itu (Sampdoria) merupakan klub yang tidak terlalu hebat dan saya kerap keluar masuk dalam tim," ujar Macheda mengakhiri.

Francis Jeffers merupakan pemain yang diminta Henry kepada Wenger untuk memperkuat Arsenal. (istimewa) © Disediakan oleh PT Kreatif Media Karya Francis Jeffers merupakan pemain yang diminta Henry kepada Wenger untuk memperkuat Arsenal. (istimewa)

Pada 2001, Thierry Henry meminta manajer Arsenal, Arsene Wenger mendatangkan striker asal Inggris, Francis Jeffers dari Everton. Jeffers dianggap sebagai striker muda terbaik di Inggris.

Dia mampu mencetak enam gol dari 12 penampilan di Liga Inggris 2000/01. Karena hal itulah Henry meminta Wenger mendatangkan Jeffers. Manajemen Meriam London --sebutan Arsenal-- pun mendatangkan Jeffers dengan mahar 13 juta pounds.

Namun sayang, kepindahannya ke Meriam London membuat performa Jeffers menurun drastis. Dia malah kalah bersaing dengan Henry, striker utama Arsenal.

Pada musim 2003/04, Jeffers dipinjamkan ke Everton dan akhirnya dijual ke Charlton Athletic. Jeffers hanya bermain sebanyak 36 kali di seluruh kompetisi bersama Arsenal dan mencetak lima gol.

Mantan pemain Chelsea dan Manchester City, Shaun Wright-Phillips. (AFP/Paul Ellis) © Disediakan oleh PT Kreatif Media Karya Mantan pemain Chelsea dan Manchester City, Shaun Wright-Phillips. (AFP/Paul Ellis)

Shaun Wright-Phillips mengawali kariernya di Liga Inggris bersama Manchester City pada 1999 hingga 2005. Dia dinobatkan sebagai winger terlincah yang pernah ada di Liga Inggris.

Pada musim 2004/05, anak angkat legenda Arsenal, Ian Wright ini sempat dinobatkan sebagai salah satu wonderkid terbaik di Liga Inggris bersama Wayne Rooney dan Cesc Fabregas. Wright-Phillips sempat mencetak 26 gol dari 153 penampilan bersama City di Liga Inggris.

Namun, performa pemain kelahiran Greenwich, Inggris ini meredup setelah bergabung dengan Chelsea pada 2005. Pada musim pertamanya bersama The Blues (julukan Chelsea), Shaun Wright-Phillips tidak bisa mencetak gol dari 27 penampilannya di Liga Inggris.

Padahal, di musim sebelumnya, dia mampu mencetak 10 gol dari 34 penampilan bersama Manchester City. Shaun Wright-Phillips akhirnya kembali ke Manchester City pada 2008 setelah tiga musim gagal bersama Chelsea.

Karier Stewart Downing meredup setelah bergabung dengan Liverpool. (AFP) © Disediakan oleh PT Kreatif Media Karya Karier Stewart Downing meredup setelah bergabung dengan Liverpool. (AFP)

Nama Stewart Downing mulai bersinar di Liga Inggris setelah performanya mengkilap bersama Middlesbrough pada 2003 hingga 2009. Namun ketika, timnya terdegradasi, dia memutuskan untuk menerima pinangan Aston Villa.

Bersama Ashley Young, Gareth Barry, dan James Milner di lini tengah, Downing membawa Aston Villa menjadi runner up Piala Liga Inggris pada musim perdananya. Downing juga membawa Villa menembus semifinal Piala FA.

Namun performanya meredup setelah hengkang ke Liverpool pada 2011. Padahal, The Reds --sebutan Liverpool-- sudah mengeluarkan mahar sebesar 19 juta pounds.

Bersama The Reds, Downing hanya mampu mencetak tujuh gol dan menyumbang 12 assists dari 91 penampilan di semua kompetisi.

MU mendatangkan Anderson dari Porto pada 2007. © Disediakan oleh PT Kreatif Media Karya MU mendatangkan Anderson dari Porto pada 2007.

MU mendatangkan Anderson dari Porto pada 2007. Ketika itu, Anderson merupakan gelandang muda terbaik dunia setelah mendapatkan golden boy pada 2008.

Namun, pemain asal Brasil tersebut malah tidak bisa bersaing dengan gelandang senior MU, seperti Michael Carrick atau Paul Scholes. Anderson hanya mencetak lima gol dari 105 penampilan di Liga Inggris dalam delapan musim bersama MU.

Kini, dia bermain untuk klub negaranya, Internacional setelah dilepas MU pada musim 2014/15. Anderson baru mencatatkan dua gol dari 50 penampilan bersama Internacional.

Manchester United, Hull City © Kapten Manchester United, Wayne Rooney tersenyum saat memungut bola yan dilesakan Juan Mata ke gawan... Manchester United, Hull City

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon