Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

6 Momen Penting Sepak Bola Indonesia 2016

logo Liputan 6 Liputan 6 24/12/2016

Timnas Indonesia memang gagal mengangkat trofi Piala AFF 2016. Ini kali kelima langkah Tim Merah Putih menuju podium juara terhenti meski sudah berhasil melaju ke babak final. 
 
Namun perjalanan Tim Garuda tetep menjadi kado indah bagi sepak bola Indonesia yang sempat mati suri akibat konflik yang melibatkan federasi (PSSI) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 
   
Perjuangan para pemain meredakan dahaga publik Tanah Air setelah setahun lebih 'tanpa' timnas akibat sanksi FIFA. Perjuangan keras dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para pemain menjadi hiburan bagi masyarakat di tengah merebaknya isu perpecahan di negeri ini. Wajar, meski pulang tanpa trofi, para pemain disambut bak pahlawan.
 
Piala AFF 2016 dan Timnas merupakan satu dari sederet momen penting yang mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia tahun ini. Berikut ini 5 kejadian menarik lainnya: 
   

Konflik yang melibatkan PSSI dan Kemenpora 2015 diikuti dengan berhentinya kompetisi resmi di Tanah Air. Para pemain kehilangan lapangan pekerjaan dan sebagian harus mempertaruhkan masa depannya lewat turnamen-turnamen antarkampung alias Tarkam. 
 
Sejumlah turnamen berhadiah miliaran juga sempat bergulir, namun tidak berhasil meredakan kekhawatiran para pesepakbola profesional yang menginginkan kontrak jangka panjang dengan klub. 
 
Harapan ini akhirnya terwujud saat PT Gelora Trisula Semesta (GTS) menggelar turnamen jangka panjang, Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo 2016. 
 
Ajang ini berlangsung sejak April hingga Desember 2016. Persipura Jayapura akhirnya keluar sebagai juara dan menggondol hadiah Rp3 Miliar. Mutiara Hitam unggul 4 poin atas Arema Cronus yang berada di urutan kedua klasemen akhir. 
   

Setelah melewati proses yang cukup panjang dan melelahkan, FIFA akhirnya mencabut hukuman bagi Indonesia pada 13 Mei 2016. Keputusan ini secara otomatis membuat sepak bola Indonesia yang setahun sebelumnya terkucil dari pentas internasional kembali bangkit. 
 
Keputusan ini sekaligus menjadi tiket masuk bagi timnas Indonesia tampil di Piala AFF 2016. Sayang, hal itu tidak berlaku bagi Kualifikasi Piala Dunia 2018.
 
Tidak mudah bagi Indonesia meyakinkan FIFA agar mencabut hukumannya. Lewat sejumlah pertemuan dan kunjungan wakil FIFA dan AFC ke Indonesia, titik terang lambat laun pun mulai terlihat. 
 
Pencabutan sanksi FIFA tidak lepas dari melunaknya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang akhirnya bersedia mencabut surat pembekuan terhadap PSSI. Keputusan itu selama ini oleh FIFA dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap federasi. 
 

20161214- Timnas Indonesia vs Thailand- Piala AFF 2016-Bogor- Helmi Fithriansyah © Pemain Timnas Indonesia merayakan gol yang dicetak Hansamu Yama Pranata (23) saat laga final pertama... 20161214- Timnas Indonesia vs Thailand- Piala AFF 2016-Bogor- Helmi Fithriansyah

Ditetapkannya Ketua PSSI Terpilih, La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus korupsi Bank Jatim membuat para pemilik suara mendesak agar digelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua baru. Desakan pertama kali muncul dari para pemilik suara yang tergabung di dalam Kelompok 85 pimpinan Pangkostrad, Letjen Edy Rahmayadi yang juga ketua umum klub PS TNI. 
 
Selain memilih ketua umum, para pemilik suara juga sepakat untuk mengocok ulang anggota komite eksekutif (exco) yang terpilih pada Kongres Luar Biasa PSSI sebelumnya.
   

Drama sebenarnya sempat mewarnai perjalanan KLB PSSI yang telah disepakati sebelumnya. Pasalnya, pemilik suara yang tergabung dalam Kelompok 85 menolak keputusan PSSI menggelar KLB di Makassar.
 
Kongres akhirnya dipindah ke Hotel Mercure, Ancol, Jakarta dan berlangsung 10 November 2016. 
 
8 kandidat maju sebagai calon ketua umum. Mereka adalah mantan Panglima TNI Moeldoko, Pangkostrad Edy Rahmayadi, mantan pemain Timnas Kurniawan Dwi Yulianto, anggota exco PSSI Tonny Apriliani, mantan Ketua Umum PSSI dua periode sebelumnya Djohar Arifin Husin, pengamat sepakbola Eddy Rumpoko, mantan pengurus PSSI era Djohar Arifin, Bernard Limbong, dan CEO PSM Makassar Erwin Aksa.
 
Lewat rapat akbar ini, akhirnya terpilih Letjen Edy Rahmayadi sebagai ketua umum baru. Sedangkan Joko Driyono dan Iwan Budianto menjadi wakilnya. 
 

Selepas dari sanski FIFA, PSSI segera menunjuk Alfred Riedl sebagai pelatih. Pria asal Austria itu dipercaya membawa Garuda di Piala AFF 2016. Ini kali ketiga Riedl menangani tim Merah Putih di turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara itu. 
 
Setelah melakukan pemanggilan pemain, Riedl mengawali langkahnya dengan hasil memuaskan. Dalam uji coba perdana yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, 6 September 2016, Timnas berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor telak 3-0. 
 
Kemenangan ini sekaligus ikut mendongkrak euforia timnas Indonesia. Kemenangan ini juga ikut mendongkrak posisi timnas di rangking FIFA setelah sebelumnya terjun bebas akibat larangan tampil di pentas internasional. Pada bulan September Indonesia naik 2 peringkat dari bulan sebelumnya, menjadi 179.
 

Beragam rintangan mengadang langkah Riedl jelang turnamen ini. Mantan pelatih Vietnam itu sempat berang karena klub-klub TSC hanya bersedia melepas 2 pemainnya ke timnas. Selain itu, waktu yang sangat singkat membuatnya sulit menemukan komposisi terbaik bagi timnya. 
 
Di saat tim mulai terbentuk, cobaan kembali datang. Striker Irfan Bachdim yang tampil memukau sepanjang uji coba justru tidak bisa dibawa karena mengalami cedera saat latihan beberapa hari sebelum keberangkatan. Irfan batal berangkat setelah berbenturan dengan bek timnas, Hansamu Yama Pranata. 
 
Dengan segala kesusahan yang ada, Timnas akhirnya bertolak ke AFF. Di babak penyisihan, Garuda terseok-seok dan dipandang sebelah mata. 
 
Pasukan Alfred Riedl mulai mencuri perhatian saat mengalahkan Vietnam 2-1 di leg pertama semifinal. Timnas akhirnya lolos ke final setelah di leg kedua mampu menahan gempuran The Golden Stars dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-2. 
 
Kejutan timnas kembali berlanjut di leg pertama final. Boaz Solossa Cs yang sebelumnya kalah 2-4 di babak penyisihan, berbalik unggul 2-1 atas Thailand. Sayang, dongeng gagal berakhir happy ending karena di leg kedua yang berlangsung di Bangkok, timnas menyerah 0-2. Ini merupakan gelar runner up kelima Indonesia di pentas AFF. Meski demikian, perjuangan tim Merah Putih tetap mendapat penghargaan dari publik di Tanah Air. Bahkan Presiden RI, Joko Widodo mengundang para pemain ke Istana Kepresidenan, 19 Desember 2016. 
 
Sayang langkah timnas ke AFF tidak menular ke klub. Sebab, PSSI telah mengumumkan, tidak ada klub yang akan mewakili Indonesia di pentas AFC Cup 2017 karena kompetisi di Indonesia sempat terhenti musim lalu.
 

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon