Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Ada Suporter Meninggal Lagi, Kemenpora Bersiap Evaluasi PSSI

logo Goal.com Goal.com 14/11/2017

Kemenpora memberikan waktu kepada PSSI untuk memberikan laporan soal penyelenggaraan kompetisi hingga pekan ini.


Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ikut berdukadengan meninggalnya seorang suporter dari The Jakmania, kelompoksuporter Persija, yang bernama Rizal Yanwar Saputra. Anggota TheJakmania dari wilayah Cikarang itu diketahui meninggal setelahmenyaksikan laga antara Bhayangkara FC kontra Persija di StadionPatriot Candrabhaga, Minggu (12/11) lalu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Rizal meninggal denganluka di sekujur badannya. Kasus ini pun sudah dalam prosespenyelidikan pihak Kepolisian.

Kemenpora pun mengaku sangat menyesalkan kejadian ini. Apalagi,ini bukan pertama kalinya suporter meninggal dunia padapenyelenggaraan Liga 1 musim ini.

Maka itu, Kemenpora bersiap untuk melakukan evaluasi terhadapPSSI. Surat resmi pun telah dilayangkan Menpora RI, Imam Nahrawi,kepada PSSI tertanggal 11 November 2017.

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Menpora dalam suratnyatersebut. Salah satunya adalah, meminta PSSI untuk segeramenyampaikan laporan penyelenggaraan kompetisi musim ini.

"Kami tunggu sampai pekan ini (laporan dari PSSI), sehinggahari, Senin (20/11), dapat dipelajari Pak Menteri dan jajarannya,"ucap Gatot S. Dewa Broto, sekretaris Kemenpora kepada wartawan diKantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (14/11) petang.

Lebih lanjut, Gatot belum bisa memastikan apakah setelahmempelajari laporan tersebut bakal memanggil langsung PSSI atautidak. Menurutnya, itu tergantung dari isi laporan PSSI nanti.

Gatot S. Dewa Broto, Menpora Imam Nahrawi & Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi © 2017 Goal.com Gatot S. Dewa Broto, Menpora Imam Nahrawi & Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi

Namun dia memastikan, kali ini Kemenpora tak akan lagi mengambilsikap untuk membekukan PSSI, seperti yang pernah dilakukan pada 17April 2015.

"PSSI dibekukan kali ini tak akan menyelesaikan masalah. Kamimenimbang masih ada cara lain untuk berikan terapi ke PSSI, karenaharapan publik sangat tinggi saat ini. Apalagi terhadap timnasIndonesia. Sayang, kalau ini dicederai dengan hal-hal yang tidakdiinginkan," jelasnya.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon