Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Akankah Takdir Membawa Suriah Ke Piala Dunia 2018?

logo Goal.com Goal.com 06/09/2017

Suriah semakin dekat mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang sudah lama menderita akibat perang sipil.

Teriakan sukacita dikumandangkan para penggawa Suriah setelahmencatatkan hasil imbang 2-2 dalam lanjutan babak ketigakualifikasi Piala Dunia 2018 kala menghadapi tuan rumah Iran.

Memang sekadar hasil imbang, tapi itu berarti lebih bagi parapemain dan tentunya masyarakat Suriah secara keseluruhan. Raihansatu angka di Tehran tersebut memastikan mimpi mereka untuk bisatampil di Piala Dunia untuk kali pertama tetap terjaga.

SIMAK JUGA: Thailand Nyaris Buat Kejutan Di Australia

Takdir seperti tak berpihak pada Suriah pada mulanya, terlebihIran nyaris menyegel kemenangan dengan keunggulan 2-1 mereka sempatbertahan hingga menit akhir permainan. Namun tanpa diduga, Omar AlSomah mengejutkan publik Azadi Stadium dan sebaliknya membuatmasyarakat Suriah bersorak kegirangan setelah mencetak golpenyeimbang beberapa detik jelang wasit meniup peluit panjang.

© 2017 Goal.com

"Gol kedua! Gol kedua bagi tim kami! Siapa yang mencetak golitu? Siapa? Somah! Itu adalah Somah! Itu adalah Somah!" teriakseorang komentator Suriah yang tak kuasa membendung air matabahagianya. "Maafkan saya! Tapi saya sudah kehilangan [kendaliemosi], tidak ada yang bisa menghentikan mereka!"

Sudah lebih dari enam tahun lamanya Suriah menderita akibatadanya perang saudara yang terjadi di negara Asia Barat tersebutdan selama itu pula tawa dan canda menjadi barang yang sangatlangka di sana. Tapi kini, melalui sepakbola, setidaknya merekapunya alasan untuk sejenak bersuka cita dan merayakan hasilperjuangan tim nasional mereka.

SIMAK JUGA: Inilah Negara Peserta Piala Dunia 2018 Rusia

Hasil imbang tersebut juga menodai kesempurnaan Iran sepanjangbabak kualifikasi berlangsung. Sebelum dibobol Tamer Haj Mohamed dimenit ke-13, Iran menggenggam rekor impresif dengan selalumencatatkan clean sheet dalam 13 pertandingan kompetitif terakhirmereka, tepatnya selama 1,121 menit atau lebih dari 18 jam secarakeseluruhan.

Perjalanan Suriah hingga sejauh ini sungguh luar biasa karenamereka tempuh dengan segala kekurangan yang ada. Situasi dalamnegeri yang tak kondusif membuat mereka 'terusir' dan harus menjaditim musafir yang menjamu lawan-lawan di negara lain. Mereka haruspergi jauh ke timur hanya untuk menggelar partai kandang diMalaysia.

Kualitas tim Suriah sendiri sama sekali tak terpengaruh kendatisuhu sosial dan politik mereka memecah belah pandangan insansepakbola. Skuat Qasiun Eagles sempat ditinggal beberapa pemainkunci seperti striker veteran Firas Al Khatib misalnya pernahmemboikot timnas sebagai bentuk protesnya kepada rezim Bashar AlAssad.

"Saya takut, saya takut," tutur Khatib dalam wawancaranyabersama ESPN beberapa waktu lalu. "Di Suriah, jika Anda bicara[menyampaikan opini] maka seseorang akan membunuh Anda atas apayang Anda kemukakan, pikirkan dan bukan atas apa yang Andalakukan."

SIMAK JUGA: Iran Catat Rekor Clean Sheet Di Kualifikasi Piala Dunia2018

Namun di tengah situasi dilema, sang pemain berusia 34 tahunyang menghabiskan sebagian besar kariernya di Kuwaitmengesampingkan egonya sekaligus mengambil risiko dengan kembalibergabung dan kembali mengemban ban kapten timnas, yang berartiakan melukai perasaan sebagian besar penduduk Suriah yang awalnyamendukung langkahnya memberontak pada pemerintah.

"Di Suriah, ada banyak pembunuh. Tak hanya satu atau dua. Dansaya benci mereka semua. Tapi apa pun yang terjadi, 12 jutamasyarakat Suriah akan mencintai saya, meski 12 juta lainnya tentuingin membunuh saya," tegas Khatib.

Keputusan berani Khatib tersebut terbayar meski belum secarapenuh. Suriah kini hanya tinggal berjarak empat pertandingan daripanggung tertinggi Piala Dunia. Australia akan menjadi tantanganpertama mereka dalam dua pertemuan play-off zona Asia sebelumnantinya ditunggu pemenang play-off zona Amerika Utara dan Tengah(CONCACAF) guna memperebutkan satu tiket menuju Rusia.

Akankah takdir akan membawa Suriah mewujudkan mimpi Piala Dunia?Apa pun hasil akhir yang dicapai pada akhirnya nanti, setidaknyakisah heroik mereka yang berjuang di tengah keterbatasan di duniasepakbola bisa menjadi tamparan bagi negara-negara yang memilikinasib lebih baik termasuk Indonesia.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon