Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Alvaro Morata Bergabung, Chelsea Kian Sulit Dibendung?

logo Goal.com Goal.com 24/07/2017

Kehadiran striker Spanyol ini memungkinkan Antonio Conte lebih leluasa menerapkan berbagai variasi taktik.

Pengganti Diego Costa akhirnya telah datang. Setelahberpekan-pekan berkutat dengan sejumlah striker bidikan, Chelsea akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Alvaro Morata yang diresmikan kedatangannya dariReal Madrid senilai £70 juta pada Jumat (21/7)lalu.

Mengisi posisi lowong yang ditinggalkan Costa jelas bukanperkara mudah. Sebelum didepak, Costa bukan cuma merupakan mesingol The Blues, namun juga menjadi ikon klub yang unik berkatkarakternya yang keras. Sejumlah pihak menilai, Chelsea seharusnyamemboyong Romelu Lukaku atau Andrea Belotti yang punya gaya bermainmirip Costa.

Morata dinilai tidak memiliki kengototan bermain layaknya Costa.Namun kualitas individu Morata tidak perlu diragukan lagi. Iaadalah tipe striker cerdas, punya teknik mumpuni, dan juga memilikiatribut fisik yang tidak kalah dengan Costa.

Alvaro Morata, Claude Makelele, & Pemain Terbaik Yang Pernah Bela Chelsea & Real Madrid © 2017 Goal.com Alvaro Morata, Claude Makelele, & Pemain Terbaik Yang Pernah Bela Chelsea & Real Madrid

SIMAK JUGA: Morata Targetkan Cetak Banyak Gol Di Chelsea

Di satu sisi, Morata juga memilih Chelsea lantaran tidak betahcuma berstatus sebagai striker pilihan kedua di Madrid. Meski sudahdua kali memenangi Liga Champions bersama Madrid, Morata tentupunya ambisi untuk mengembangkan talentanya menjadi striker terbaikdunia, sesuatu yang hanya bisa diraih dengan cara bermainreguler.

“Morata akan menjadi striker utama kami. Dia adalah striker yangbagus, pemain yang memiliki prospek cerah bersama Chelsea. Diamasih sangat muda dan saya yakin dia akan banyak berkembang. Semogadia bisa membuktikan diri,” kata Antonio Conte.

Sang manajer tentu punya pertimbangan pribadi mengapa ia memilihMorata, striker yang pernah dilatihnya selama semusim di Juventus.Salah satunya, Morata merupakan sosok striker yang lebih fleksibelditempatkan ke dalam sejumlah formasi.

Di musim lalu, Conte kerap terlihat buntu dengan formasi 3-4-3andalannya, seperti saat di final Piala FA melawan Arsenal.Kehadiran Morata nantinya bakal membuat Conte punya keleluasaanmenerapkan variasi taktik sehingga pada akhirnya akan membuatChelsea kian sulit dibendung di musim 2017/18.

Tidak bisa dibantah, 3-4-3 adalah sebuah sistem pencerahan dimusim lalu. Sejak diperkenalkan pada Oktober, Chelsea yang sempatterseok-seok langsung tampil menyengat hingga mencatatkan 13kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris. Formula juara inikemungkinan besar bakal dipertahankan Conte di musim depan.

Morata akan mengambil peran seperti Costa di musim lalu, denganmenjadi ujung tombak diapit dua winger. Berhubung memilikipergerakan yang lebih mobile ketimbang Costa, Morata bakalmenghadirkan agresivitas dan kecepatan yang lebih intens. Meskidemikian, Morata harus lebih sabar saat Chelsea menghadapi tim yangmenerapkan taktik bertahan total.

Di sepanjang musim lalu, Chelsea kerap beralih ke formasi iniuntuk mengakomodasi Cesc Fabregas. Menariknya, Fabregas menjadipemain Chelsea yang paling kreatif dengan mampu membikin 12 assistdi Liga Primer musim lalu meski turun dari bangku cadangan.Fabregas mungkin akan menjalani peran serupa di musim depan setelahConte mendatangkan Tiemoue Bakayoko.

Namun, jika Chelsea ingin memanfaatkan koneksi Fabregas-Moratasebaik mungkin, Conte harus lebih rutin memainkan formasi 3-5-2.Kenangan manis publik Stamford Bridge akan kerjasama maut antaraFrank Lampard dan Didier Drogba berpotensi bersemi kembali dalamdiri duo Spanyol ini.

Jika Conte tidak ingin terlalu terikat dengan tiga bek, pakemempat bek bakal menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.Sebagaimana yang pernah diterapkannya di Bari, Juventus, dan diawal musim bersama Chelsea, formasi 4-2-4 memungkinkan Conte untukmemainkan strategi full-attack.

Sistem ini sempat dipakai satu-dua kali jelang akhir musim laku,seperti saat Michy Batshuayi mencetak gol penentu atas WestBromwich Albion yang mengunci gelar juara. Costa barangkali kurangcocok dengan formasi ini, namun mobilitas tinggi Morata akanmembuat Conte tergoda untuk menjajalnya kembali.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon