Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Anak Yatim & Legenda Warnai Syukuran Sederhana Ulang Tahun Persija Jakarta

logo Goal.com Goal.com 28/11/2017

The Jakmania juga menghadiri acara syukuran sederhana yang digelar Persija di kantor Persija, Jakarta, Selasa (28/11) petang.


Persija Jakarta tepat berusia 89 tahun, hari ini. Namun bukanperayaan mewah yang digelar oleh manajemen Persija untukmemperingati hari ulang tahun klub ibu kota itu.

Tapi perayaan sederhana yang digelar di kantor Persija, DurenTiga, Jakarta, Selasa (28/11) petang. Untuk kegiatan ini, seluruhelemen Persija menggelar acara syukuran bersama anak yatim.

Selain itu, hadir pula para legenda tim Macan Kemayoran diantaranya Dede Sulaiman, Yudo Hadianto, Toni Tanamal, Johanis Auri,Kamarudin Betay, serta Suaib Rizal. Di samping itu, ada juga pemainanyar Persija, Septinus Alua, serta perwakilan The Jakmania,kelompok suporter Persija.

Acara itu diisi dengan doa bersama, potong tumpeng, hinggapembagian sembilan bahan pokok (sembako) kepada anak yatim.

Harapan pun disampaikan untuk Persija di ulang tahunnya ini."Ini membuktikan Persija tim yang legendaris. Hari ini kami mencobainstrospeksi diri apa yang sudah kita capai tahun ini, kitarefleksikan menjadi rencana kerja tahun 2018," kata Gede Widiade,direktur utama Persija.

Syukuran Persija © 2017 Goal.com Syukuran Persija

"Kita harapkan pada tahun depan kita bisa finis di posisi tigasampai lima. Tapi kalau misalnya ada peluang untuk di peringkatkedua atau juara, kami juga akan maksimalkan itu," tambahnya.

Para legenda yang hadir pun berharap Persija bisa berprestasilebih baik dari musim 2017, yang mana mereka menempati posisikeempat Liga 1 2017.

"Semoga di kompetisi 2018 Persija lebih baik dan solid, sertabisa mengembalikan kejayaan seperti di era 1970. Yang terpenting,para pemain Persija harus punya jiwa bahwa dia main untuk Jakarta,"ucap Dede Sulaiman, mantan pemain timnas Indonesia dan Persija.

Pesan senada juga disampaikan pemain Persija era 1970-an YudoHadianto. "Perekrutan pemain jangan sampai asal-asalan. Selain itu,perhatikan juga faktor non-teknisnya. Contohnya, gaji pemain jangansampai telat. Selain itu, manajemen juga harus mulai berpikirbagaimana punya home base dan lapangan latihan sendiri," ucapYudo.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon