Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Anthony Ginting dan Jonatan Christie Terhenti di Babak Pertama Hong Kong Terbuka

logo tribunnews.com tribunnews.com 23/11/2017 Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti lebih awal dari Hongkong Open Superseries 2017.

Pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting saat bermain melawan Riyanto Subagja pada perempat final dalam Kejuaraan Nasional PBSI 2015 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015) dalam pertandingan tersebut Anthony Ginting gagal mengalahkan Riyanto Subagja. Super Ball/Feri Setiawan © /Feri Setiawan Pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting saat bermain melawan Riyanto Subagja pada perempat final dalam Kejuaraan Nasional PBSI 2015 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015) dalam pertandingan tersebut Anthony Ginting gagal mengalahkan Riyanto Subagja. Super Ball/Feri Setiawan

Keduanya terhenti di babak pertama yang berlangsung Rabu (22/11).

Anthony harus mengakui keunggulan dari wakil tuan rumah, Wong Wing Ki Vincent, dengan skor akhir 21-18, 11-21 dan 16-21. 

Anthony sempat tampil dominan pada game pertama dari lawannya tersebut. Bahkan ia mampu merebut game pertama dengan skor 18-21.

Namun sang lawan mampu bangkit di game kedua dan memaksa pertandingan ke game penentuan usai unggul 21-11.

Di game ketiga, Anthony sempat kembali mengungguli, namun usai jeda, Wong Ki kembali mampu bangkit dan menutup game dengan kemenangan 21-18.

Sebelumnya, Jonatan Christie juga terhenti dari pebulutangkis asal Taiwan, Wang Tzu Wei. Jonatan kalah 17-21 dan 13-21 dalam 37 menit waktu pertandingan. 

Menanggapi kekalahan dua anak didiknya, Hendry Saputra, pelatih tunggal putra pun memberikan evaluasinya.

“Kalau saya lihat dari permainannya memang saya lihat ada kecepatan yang agak berkurang. Ini bukan menjadi alasan tapi ini yang dialami Anthony. Saya bacanya seperti itu. Kecepatan kakinya tidak bisa mengimbangi rancangan main yang diharapkannya. Anthony merupakan pemain yang mengandalkan speed power. Dengan satu keadaan antara menang atau kalah angin, saya rasa Anthony harus punya kematangan menyikapi hal tersebut. Sehingga bisa dapat hasil yang baik. Saya lihat rata-rata yang menang angin biasanya merasa rugi karena strokenya tidak bisa digunakan dengan maksimal, beda dengan waktu kalah angin,” kata Hendry dilansir dari situs PBSI.

“Dari Perancis kemarin dia ada kena di lutut. Sekarang sudah lebih baik. Tapi dengan tempo main yang mengandalkan speed power, dia berarti harus konsisten terus. Nah masalah konsistennya ini saya rasa ada pengurangan sedikit. Ini tidak bisa jadi alasan. Tapi dari sisi pengalaman mental juangnya harus ada peningkatan. Karena mereka sering ketemu. Ada pengaruh kematangan dan kepintaran di lapangan. Lawan agak lebih siap untuk bisa mengatasi serangan Anthony,” tambah Hendry lagi.

Dengan hasil tersebut Indonesia menyisakan satu nama di sektor tunggal putra yaitu Tommy Sugiarto yang mampu menaklukkan wakil India, Sourabh Verma, dengan 21-15 dan 21-18.

Di babak selanjutnya, Tommy akan menghadapi unggulan dua asal Korea, Son Wan Ho.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon