Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

APM Classic 2017: PSG Jadi Pagi, Sorenya Langsung Evaluasi

logo tribunnews.com tribunnews.com 17/03/2017

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelas Prix St Georges yang semula terakhir dikompetisikan, diputuskan untuk dimainkan lebih pagi, di hari pertama Kejuaraan Equestrian APM Classic 2017 yang dilangsungkan Sabtu dan Minggu (18--19/3) di APM Equestrian Centre, Tangerang, Banten.

Kelas Prix St Georges (PSG) dalam dua hari gelaran APM Classic 2017 ini semula diagendakan dikompetisikan terakhir, mulai pkl 11.00 WIB.

Kelas pertama yang dilangsungkan adalah Walk Trot, mulai pkl 08.00 WIB. Namun kemudian ada usulan dari manajer timnas berkuda SEA GAmes XXIX/2017, Fatchul Anas.

Dalam pertemuan teknik yang pada Jumat (17/3) sore di APM Equestrian Centre, Fatchul Anas meminta jadwal PSG dimajukan, agar sorenya para rider dan kuda-kudanya dapat mengikuti acara penyegaran atau coaching-clinic singkat dengan dua judge internasional yang bertugas di APM Classic.

"Jadi rider dan kudanya bisa beristirahat setelah tampil, agar lebih fit saat evaluasi sekaligus clinic sore harinya," kata Dewi Anggraeni dari PP Pordasi, Jumat malam. PSG dimainkan mulai pkl 09.00 WIB, setelah Medium.

Usulan itu disetujui, sebab demi kepentingan nasional. Para rider yang tampil di kelas PSG masuk dalam pantauan ke kompetisi equestrian SEA Games XXIX/2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Cukup banyak rider yang tampil di PSG, antara lain Djolfie Momongan. Ia menjadi salah satu kandidat juara untuk Advanced dan PSG, meskipun Daraninggar dan M.Akbar Maulana bisa menjadi sandungan.

Dua juri asing beri evaluasi untuk rider PSG. Suasana setelah pertemuan teknik APM Classic 2017, Jumat sore © ist Dua juri asing beri evaluasi untuk rider PSG. Suasana setelah pertemuan teknik APM Classic 2017, Jumat sore

Rider-rider nasional sebagian besar memang akan berkompetisi di dua kelas Dressage utama, yakni Advanced dan Prix St Georges, yang dilombakan pada Sabtu dan Minggu .

Mereka diharapkan mampu menunjukkan kemampuannya secara maksimal di depan dua anggota juri (judge) yang sengaja dihadirkan untuk memberikan penilaian secara obyektif.

Kedua juri internasional tersebut adalah Peter Hansaghy (Hungaria) dan Maria Schwennesen (Australia), yang sama-sama memikiki akreditasi FEI Level 4.

Keduanya dibantu oleh juri lokal James Momongan,yang secara spesifik akan melakukan penilaian untuk rider-rider yang tampil di kelas-kelas bawah. tb

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon