Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

APM Equestrian Centre Tempat Pelatnas Tim Berkuda Ketangkasan Indonesia

logo tribunnews.com tribunnews.com 23/07/2017 Toni Bramantoro
H.Fatchul Anas (kanan) bersama Ketum PP Pordasi H.Mohammad Chaidir Saddak © ist H.Fatchul Anas (kanan) bersama Ketum PP Pordasi H.Mohammad Chaidir Saddak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim berkuda ketangkasan atau equestrian SEA Games XXIX/2017 tetap akan berlatih di APM Equestrian Centre, Cikupa, Tangerang, hingga keberangkatan ke Kuala Lumpur, Malaysia. SEA Games XXIX/2017 digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus mendatang.

"Para rider bisa lebih fokus latihan di sini, prasarana dan sarananya juga lengkap," ujar Fatchul Anas, manajer tim berkuda untuk SEA Games XXIX/2017 ini, Minggu (23/7/2017) sore.

Tadi, latihan diliburkan, namun para rider tetap diharapkan bisa menjaga ritme penampilannya, termasuk dengan berlatih sendiri untuk menjaga kebugarannya.

"Saya ada di kandang, latihan sendiri sambil membina anak-anak," tanggap Rahmat Natsir, salah satu rider senior yang dipersiapkan ke SEA Games XXIX/2017 ini. Saat dihubungi Minggu sore Rahmat Natsir tengah berada di klubnya, Anantya Riding Club (ARC), Kranggan.

Fatchul Anas menerangkan, pelatnas equestrian SEA Games XXIX/2017 sudah mengerucut dengan delapan rider, masing-masing empat rider di kelas Jumping (lompat rintangan) dan empat untuk Dressage (tunggang serasi).

Empat rider di Jumping adalah Adi Katompo, Raymen Kaunang, Brayen Brata-coolen dan Ferry Sutoyo. Sedangkan empat rider di Dressage adalah Dewi Kunti Nyoto, Djolfie Momongan, Rahmat Natsir, dan Wilbert Sudardja.

Komposisi delapan rider Jumping dan Dressage di atas adalah kombinasi antara senior dan yunior. Di Jumping, Adi Katompo dan Ferry Sutoyo sudah berpengalaman di multi-event ini. Di Dressage, Dewi Kunti dan Djolfie Momongan juga sudah beberapa kali berpartisipasi. Dewi Kunti terakhir memperkuat tim equestrian di SEA Games XXVIII/2015, Singapura. Yang menarik, Dewi Kunti memang sudah lama tinggal di Singapura meski tetap berstatus WNI. Selama ini dia juga terus berlatih keras di sana. "Dewi Kunti akan langsung bertolak dari Singapura ke Kuala Lumpur," kata Fatchul Anas.

Sesuai ketentuan, tim equestrian Indonesia nantinya akan membawa kuda andalan masing-masing, sebagaimana kontes berkuda multi-event lainnya. Kuda-kuda itu pula yang selama ini ditunggangi dalam pelatihan di APM Eqquestrian Centre, Cikupa. Di Jumping, Adi Katompo membawa APM Nastello, Raymen Kaunang dengan Conquistador, Brayen Brata-coolen dengan Grace, sementara Ferry Sutoyo dengan Equinara Zandor. Di Dressage, Dewi Kunti Nyoto menunggangi Come Along dalam latihan intensifnya di Singapura, sementara Djolfie Momongan dengan Aragon Blitz, Rahmat Natsir dengan DJ Jazz, dan Wilbert dengan Laurentio.

Pelatihan rider equestrian untuk SEA Games XXIX/2017 ini sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Untuk rider Jumping ditangani oleh Jan Berkers, pelatih asal Belanda, bersama Nico Pelealu. Sementara untuk Dressage, ditangani oleh rider kawakan James Momongan. Larasati Gading, rider senior yang peraih perunggu di kontes equestrian Asian Games 2014, Korsel, akan turut menangani tim tunggang serasi ini. Larasati yang selama ini tinggal di Jerman menurut rencana akan datang ke Indonesia akhir bulan Juli ini.

Di kontes equestrian SEA Games XXIX/2017 ini ditargetkan peraihan satu medali emas, dari empat yang diperebutkan. Namun, PP Pordasi dan manajemen berkuda SEA Games XXIX/2017 mengharapkan dua medali emas, dari beregu Jumping dan Dressage. Empat medali emas dialokasikan dari nomor perorangan dan beregu Jumping maupun Dressage.

"Meski yang ditargetkan nomor beregu tetapi kita di perorangan tentunya tetap prepare," komentar Rahmat Natsir.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon